Pembangunan Koridor Ekonomi Pantura Harus Didukung Kebijakan

- Pewarta

Senin, 17 Agustus 2020 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan Koridor Ekonomi Pantura Harus Didukung Kebijakan

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Nurhasan Zaidi mengapresiasi presiden terkait rencana program percepatan pembangunan Super Koridor Ekonomi Pantura. Dimana, Majalengka dan Subang menjadi prioritas sasaran program tersebut. Ia menegaskan, cita-cita Presiden ini harus didukung karena akan mengundang investasi berkualitas yang bersinergi dengan UMKM serta dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Dalam rilisnya, Sabtu (15/8/2020), Nurhasan menyatakan harapan Presiden agaknya kurang realistis bila tidak didukung oleh kebijakan yang fundamental, fokus dan terarah. Terutama membangun mental dan kualitas SDM  serta membina iklim ekonomi masyarakat berbasis UMKM yang kondusif.

“Karena, harus diakui bahwa keberpihakan presiden maupun pemerintah terhadap pemngembangan UMKM dan peningkatan kualitas mental dan kompetensi SDM, terutama didaerah pesisir pantura, saat ini belum terasa. Apalagi dimasa-masa sulit menghadapi efek pandemi Covid,” kilah Politisi Fraksi PKS ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalaupun presiden ingin melakukan lompatan besar bersama UMKM, Nurhasan menyarankan ada baiknya bangkitkan dulu sektor UMKM agar dapat berdiri tegak dan siap melompat. Termasuk memulihkan ekonomi masyarakat yang saat ini sedang terpuruk akibat pandemi.

Bagi masyarakat Subang dan Majalengka, lanjut Nurhasan, ini merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang, namun bukan tidak mungkin akan menjadi ancaman. “Ancaman bahwa jangan-jangan masyarakat di sini nantinya hanya menjadi penonton di negeri sendiri di tengah geliatnya investasi dan pertumbuhan ekonomi dari program itu,” tuturnya.

Ia meminta Presiden dan jajarannya harus menerjemahkan secara detail, jangan ada gagap dan gagal pemahaman yg menyebabkan kegaduhan serta kekacauan di lapangan. Mengingat masalah komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang saat ini ibarat bara barang mahal.

Besar harapan agar Presiden mampu menciptakan ekosistem nasional yang kondusif bagi pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja yang berkualitas. “Kita tantang presiden beserta jajaran pemerintah pusat merealisasikan mimpi itu, bersama-sama membangun Super Koridor Ekonomi Pantura yang membawa maslahat bagi masyarakat dan mewujudkan perekonomian yang adil, seperti yang dikatakannya dalam sidang tahunan tadi,” pungkasnya. (dpr)

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

Pers Rilis

Desa Changjiang: Satu Dekade Revitalisasi

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:43 WIB