Pelemahan Dolar Berlanjut, Investor Tunggu Kebijakan Moneter AS

- Pewarta

Selasa, 29 Januari 2019 - 04:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelemahan Dolar Berlanjut, Investor Tunggu Kebijakan Moneter AS

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS memperpanjang sedikit kerugiannya pada akhir hari perdagangan pertama minggu ini, Selasa pagi (29/1/2019), ketika keunggulan komparatif greenback tergerus oleh pembukaan kembali sementara pemerintahan AS dan investor menunggu bagaimana pengetatan moneter AS akan berkembang dalam waktu dekat.

Permintaan mata uang safe-haven greenback menyusut, merongrong keunggulan komparatif mata uang itu, setelah para pemimpin kongres AS dan Trump mencapai kesepakatan untuk sementara membuka kembali pemerintahan selama tiga minggu pada Jumat (25/1/2019), yang menandai berakhirnya penutupan terpanjang dalam sejarah AS selama 35 hari.

Investor juga tetap berhati-hati terhadap dolar AS, karena mereka mengambil sikap wait and see terhadap pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai pada Selasa waktu setempat, dan secara luas memperkirakan penghentian pengetatan moneter bank sentral.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

FOMC adalah unit utama Federal Reserve AS (Fed) yang membuat keputusan tentang suku bunga dan jumlah uang beredar negara tersebut.

The Fed dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri skema pemangkasan portofolio obligasi dan “hampir” membuat keputusan, menurut The Wall Street Journal pada Jumat (25/1).

Pengurangan obligasi yang dipegang The Fed pada neraca menunjukkan bahwa mereka akan mendapatkan lebih banyak modal dari pasar keuangan. Sementara seruan dan diakhirinya langkah pengurangan akan meningkatkan aliran uang panas yang beredar di pasar.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan akan melonggarkan beberapa perpanjangan pengetatan moneternya, yang biasanya tidak menguntungkan bagi greenback di pasar valuta asing global.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,04 persen menjadi 95,7554 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT).

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1427 dolar AS dari 1,1414 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3157 dolar AS dari 1,3197 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7165 dolar AS dari 0,7178 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,35 yen Jepang, lebih rendah dari 109,63 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9916 franc Swiss dari 0,9929 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3256 dolar Kanada dari 1,3228 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru