PBOC : Konflik Perdagangan Berdampak Buruk bagi Ekonomi Global

- Pewarta

Senin, 20 Mei 2019 - 03:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gesekan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan adalah risiko utama yang dihadapi ekonomi dunia.

Gesekan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan adalah risiko utama yang dihadapi ekonomi dunia.

Mediaemiten.com, Beijing – Bank sentral China (PBOC) telah memperingatkan dalam sebuah laporan bahwa ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) dapat berdampak buruk pada ekonomi global.

Gesekan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan adalah risiko utama yang dihadapi ekonomi dunia. Kombinasi dari beberapa ketidakpastian akan memperkuat kerentanan ekonomi, kata Bank Rakyat China (PBOC) dalam sebuah laporan tentang implementasi kebijakan moneter pada kuartal pertama, seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (19/5/2019).

PBOC mengatakan ketidakpastian dan dampak pada rantai pasokan global yang disebabkan oleh konflik perdagangan secara bertahap berdampak pada penundaan keputusan investasi perusahaan hingga permintaan keringanan eksternal beberapa negara karena rantai pasokan terganggu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di masa depan, konflik perdagangan dan ketidakpastian kebijakan dapat lebih jauh menyeret ekonomi global ke inflasi tinggi, kerusakan pada sentimen keluarga dan perusahaan, dan volatilitas pasar keuangan, kata laporan PBOC.

Meskipun ada ketidakpastian eksternal, PBOC memperkirakan prospek ekonomi China akan tetap stabil berkat banyak faktor yang menguntungkan.

“China mampu mengatasi berbagai jenis ketidakpastian internal dan eksternal karena ada ruang yang cukup bagi pembuat kebijakan untuk bermanuver serta berbagai alat kebijakan moneter,” kata bank sentral itu.

Indikator ekonomi negara itu menunjukkan tanda-tanda positif yang stabil pada kuartal I, pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan 6,4 persen (tahun ke tahun), yang mencerminkan aktivitas ekonomi ekspansif dan peningkatan struktur ekonomi. (ris)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru