MEDIA EMITEN – Masyarakat diimbau tak perlu panic buying dengan membeli berlebihan bahan bakar minyak (BBM), terutama solar subsidi. Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati memastikan bahwa pasokan BBM aman.
“Tidak perlu khawatir, tidak perlu lihat orang antre lalu ikut-ikutan antre, karena masih ada (minyak),” kata Nicke, Minggu 3 April 2022. Menurut dia, Pertamina sudah mendapatkan jaminan dari pemerintah untuk tetap mengawal ketersediaan BBM di masyarakat, baik untuk kelompok subsidi maupun non subsidi.
Imbauan tersebut disampaikan Nicke karena banyaknya warga yang mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mendapatkan BBM, terutama solar subsidi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nicke mengatakan, jaminan pasokan BBM diberikan agar harga-harga kebutuhan pokok masyarakat tidak mengalami kenaikan mengingat minyak solar subsidi diperuntukkan bagi kendaraan umum dan kendaraan pengangkut barang-barang logistik.
Oleh karena itu, sejak awal Pertamina menyediakan suplai BBM itu merujuk pada permintaan masyarakat (base on demand). Bahkan di beberapa daerah, Pertamina sampai menambah pasokan hingga 75% dari biasanya. “Dan ini yang kami lakukan (tambah pasokan),” ujranya.
Menurut dia, tindakan panic buying justru akan berbuah malapetaka. Adanya ketakutan bahwa BBM akan habis akan membuat terjadinya rush sehingga antrean di SPBU menjadi tak terelakkan lagi. “Ini akan mengganggu semua sektor,” katanya.
Ia mengimbau pelaku angkutan barang tak lagi memburu BBM solar subsidi hingga rela mengantre berjam-jam di SPBU. Bahkan, sampai bersiasat berpindah-pindah SPBU demi mengisi penuh tangki kendaraan.
Baca Juga:
Gravity Game Unite (GGU) Sukses Gelar “Ragnarok Zero: Global European User Meetup”!
Novo Tellus Bermitra dengan RCF dan NRFC, Rampungkan Akuisisi Russell Mineral Equipment
Kondisi saat ini, ujarnya, masih sangat terkendali. Bahkan jika tetap terjadi antrean, Pertamina pun sudah memiliki langkah antisipasi yakni dengan mengoperasionalkan SPBU Mobile atau unit mobil tangki yang memiliki alat hitung pembelian BBM.
Tak hanya itu, Pertamina juga dapat mengoperasikan unit Pertashop Mobile yang sempat digunakan di Tol untuk masa mudik Lebaran.
Langkah lainnya, Pertamina juga memantau secara real time setiap stok di SPBU bahkan hingga dispensernya melalui sistem digitalisasi untuk menghindari terjadi kekosongan BBM. Untuk itu, jika ada SPBU yang kondisinya sudah nyaris kosong maka pihaknya akan mengontak pengelola agar segera mengajukan delivery order (DO).
Pertamina juga memantau permintaan terhadap Pertalite setelah dilakukan kenaikan harga pada Pertamax. “Suplai dari BBM baik Bio Solar, Pertalite, Pertamax, Dexlite, Pertadex dan Pertamax turbo ini semua dalam kondisi aman,” ujarnya.







