Pasar Australia Dibuka Melemah Tertekan Kemerosotan Saham Bank

- Pewarta

Jumat, 1 November 2019 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Jumat pagi (1/11/2019), tertekan kemerosotan sektor keuangan dan sumber daya.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 19,70 poin atau 0,30 persen menjadi 6.643,70 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 19,50 poin atau 0,29 persen pada 6.753,40 poin.

Pasar saham Australia mengikuti petunjuk yang kurang memuaskan dari bursa global yang sebagian besar turun di bawah tekanan dari beberapa sinyal yang tidak menguntungkan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar AS jatuh pada Kamis (31/10/2019). Keraguan tentang kesepakatan perdagangan AS-China muncul kembali,” kata analis pasar Commsec, Craig James.

“Dalam data ekonomi AS, indeks pembelian manajer Chicago turun dari 47,1 ke level terendah 4 tahun di 43.2 pada Oktober.”

Saham sektor keuangan lokal jatuh terjauh, turun lebih dari satu persen, sementara sumber daya juga turun. Sektor yang mengimbangi mereka adalah perawatan kesehatan dan industri yang memperoleh keuntungan besar, sementara utilitas juga meningkat.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia jatuh dengan Commonwealth Bank turun 1,26 persen, ANZ turun 2,09 persen, National Australia Bank turun 0,98 persen dan Westpac Bank turun 0,85 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih rendah dengan BHP turun 1,31 persen, Rio Tinto turun 0,95 persen dan Fortescue Metals turun 0,45 persen, namun penambang emas Newcrest naik 3,16 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas bervariasi dengan Oil Search turun 0,49 persen, Santos turun 0,68 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,12 persen.

Supermarket terbesar Australia beragam dengan Coles turun 0,67 persen dan Woolworths naik 0,03 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, operator nasional Qantas terangkat 0,55 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,77 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru