Pasar Australia Dibuka Melemah dengan Kerugian Meluas

- Pewarta

Rabu, 13 Maret 2019 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Australia Dibuka Melemah dengan Kerugian Meluas

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia melemah pada awal perdagangan Rabu pagi (13/3/2019), dengan penurunan di seluruh indeks, menyusul minimnya sentimen positif setelah Wall Street dtutup bervariasi.

Pada pukul 10.45, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 29,20 poin atau 0,47 persen menjadi diperdagangkan di 6.145,60 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas kehilangan 27,50 poin atau 0,44 persen pada 6.233,10 poin.

“Data (global) semalam beragam. PDB Inggris, produksi industri dan industri jasa-jasa semuanya meningkat, tetapi harga-harga konsumen (IHK) AS mencatat sedikit kenaikan, memberi umpan narasi dovish,” kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy mengatakan kepada investor dalam catatan pagi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fokus beralih ke harga-harga produsen Jepang hari ini, diperkirakan akan menunjukkan peningkatan setelah minggu lalu PDB lebih baik dari perkiraan.”

“Tapi pasar-pasar berjangka menunjuk ke perdagangan lemah yang sama di wilayah Asia-Pasifik.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot, dengan Commonwealth Bank turun 0,51 persen, Westpac Bank turun 0,86 persen, National Australia Bank turun 0,99 persen dan ANZ turun 0,26 persen.

Saham-saham pertambangan melihat hasil yang beragam, dengan BHP turun 0,54 persen, Rio Tinto turun 0,67 persen, Fortescue Metals naik 0,23 persen dan Newcrest Mining naik 1,92 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melemah, dengan Woodside Petroleum turun 1,34 persen, Santos turun 1,01 persen dan Oil Search turun 1,01 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia merosot, dengan Wesfarmers turun 0,61 persen dan Woolworths turun 0,07 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,93 persen, operator penerbangan nasional Qantas turun 1,23 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 1,19 persen. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB