OJK Optimistis Pertemuan IMF Rangsang Kredit Bali

- Pewarta

Kamis, 30 Agustus 2018 - 03:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan optimistis Pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali akan merangsang penyaluran kredit di wilayahnya, mengingat pertumbuhan kredit selama semester pertama 2018 lebih rendah dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. “Sampai akhir tahun ini kami optimis penyaluran kredit tumbuh 10 persen,” kata Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah di Denpasar, Kamis (30/8/2018). Menurut Hizbullah, realisasi penyaluran kredit di Bali selama semester pertama tahun ini atau periode Januari-Juni tahun 2018 mencapai Rp83,9 triliun atau tumbuh 4,44 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Meski terjadi pertumbuhan, namun tahun lalu, Hizbullah mencatat pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 6,05 persen. Dia menjelaskan pertemuan akbar tersebut diharapkan mendorong pelaku usaha melakukan ekspansi atau perluasan bisnis sehingga mereka akan melirik pembiayaan di lembaga jasa keuangan.

OJK mencatat tiga sektor utama penerima kredit di Bali semester pertama tahun ini yakni bukan lapangan usaha terkait kredit konsumtif dan terkait penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 38,06 persen. Selain itu sektor perdagangan besar dan eceran 31,62 persen serta penyediaan akomodasi, makan dan minum mencapai 8,9 persen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan penggunaan kredit, sebagian besar dimanfaatkan sektor produktif sebesar 61,25 persen yang terdiri dari modal kerja 39,67 persen dan kredit investasi sebesar 21,58 persen. Walau menginginkan terjadi pertumbuhan realisasi kredit namun, Hizbullah tetap mengingatkan perbankan untuk berhati-hati sebelum mencairkan pembiayaan kepada calon debitur. Upaya itu dilakukan untuk menekan angka kredit bermasalah atau “non performing loan” (NPL).

Selama per Juni 2018, OJK mencatat NPL di Bali mencapai 3,73 persen atau meningkat dibandingkan posisi Desember 2017 yang mencapai 3,42 persen. Apabila dirinci, kredit bermasalah paling tinggi pada sektor pertambangan dan penggalian pasir mencapai 10,72 persen dan kegiatan usaha yang belum jelas batasannya (konsumtif) sebesar 8,83 persen.

NPL tertinggi ketiga terkait jasa perorangan yang melayani rumah tangga sebesar 7,7 persen.

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia dijadwalkan berlangsung di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, 8-14 Oktober 2018, yang rencananya dihadiri sekitar 15 ribu orang delegasi dari 189 negara di dunia. Delegasi itu di antaranya sejumlah kepala negara, menteri keuangan, gubernur bank sentral, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, praktisi hingga media. (dew)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru