Nikkei Jepang Dibuka Datar, Setelah Wall Street Ditutup Bervariasi

- Pewarta

Selasa, 12 November 2019 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nikkei Jepang Dibuka Datar, Setelah Wall Street Ditutup Bervariasi

Mediaemiten.com, Tokyo – Indeks saham Nikkei pada dibuka cenderung datar pada perdagangan Selasa pagi (12/11/2019), karena kurangnya petunjuk baru bagi investor setelah Wall Street ditutup bervariasi semalam.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Saham Tokyo (TSE) bertambah hanya 0,09 persen atau 21,80 poin, dari tingkat penutupan Senin (11/11/2019), menjadi diperdagangkan di 23.353,64 poin.

Sementara itu, Indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di Bursa Saham Tokyo turun tipis 2,26 poin atau 0,13 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.701,77 poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham yang berhubungan dengan transportasi laut dan ritel memimpin kenaikan, sementara saham-saham produk karet dan logam non-besi paling banyak menurun di menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi. Indeks S&P 500 dan Indeks Nasdaq di Wall Street turun dari rekor tertingginya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena ketidakpastian tentang kemajuan pembicaraan perdagangan AS-China muncul kembali ke permukaan menyusul komentar Presiden Donald Trump, sementara lonjakan saham Boeing mengangkat Dow sedikit lebih tinggi.

Investor berharap kesepakatan perdagangan “fase satu” telah menjadi faktor kunci yang mendukung saham baru-baru ini, tetapi Trump mengatakan pada Sabtu (9/11/2019) bahwa Amerika Serikat hanya akan membuat kesepakatan perdagangan jika itu adalah “kesepakatan yang tepat” untuk Amerika, menambahkan bahwa pembicaraan tersebut telah bergerak lebih lambat daripada yang diinginkannya.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 10,25 poin atau 0,04 persen, menjadi berakhir di 27.691,49 poin. Indeks S&P 500 turun 6,07 poin atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 3.087,01 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 11,03 poin atau 0,13 persen, menjadi berakhir pada 8.464,28 poin.

Pasar saham Asia memulai dengan lamban pada Selasa pagi di tengah ketidakpastian atas pembicaraan perdagangan China-AS dan situasi politik domestik di Hong Kong.

Fokus pasar sekarang tertuju kepada pidato Presiden AS Donald Trump di Economic Club of New York pada Selasa waktu setempat, menunggu seandainya ada kata baru tentang kesepakatan perdagangan AS-China fase satu. (pep)

Berita Terkait

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:48 WIB

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Berita Terbaru

Pers Rilis

Desa Changjiang: Satu Dekade Revitalisasi

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:43 WIB