Neraca Perdagangan Surplus US$ 5,48 Miliar

- Pewarta

Rabu, 15 Maret 2023 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Neraca Perdagangan Surplus US$ 5,48 Miliar

Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), M Habibullah/IST.

MEDIA EMITEN –Neraca perdagangan RI mengalami surplus sebesar US$ 5,48 miliar pada Februari 2023. Surplus neraca perdagangan sudah terjadi secara beruntun sejak Mei 2020.

“Neraca perdagangan Indonesia sampai Februari 2023 surplus selama 34 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 dan masih dalam tren yang meningkat,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), M Habibullah, di Jakarta, Rabu 15 Maret 2023.

BPS mencatat, nilai ekspor sebesar US$ 21,40 miliar, sementara impor mencapai US$ 15,92 miliar. Surplus neraca perdagangan Februari 2023 meningkat dibandingan dengan Januari 2023 yang mencapai US$ 3,87 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Habibullah mengatakan surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus komoditas non migas yang mencapai US$ 6,70 miliar . Ini didorong oleh komoditas bahan bakar mineral (HS 27), kemudian lemak dan minyak hewan atau nabati (HS15), besi dan baja (HS 72).

Sementara untuk migas mengalami defisit sebesar US$ 1,22 miliar dengan komoditasnya antara lain adalah minyak mentah dan hasil minyak.

Tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat, India dan Tiongkok. Amerika Serikat sebesar US$ 1,32 miliar dengan komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan (HS 62) dan pakaian dan aksesorisnya rajutan (HS 61).

India menyumbang US$ 1,081 miliar dengan komoditas bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati serta bijih logam, terak dan abu (HS 26). Sedangkan Tiongkok US$ 999,8 juta dengan besi dan baja (HS 72), bahan bakar mineral dan lemak dan minyak hewan/nabati.

Sementara tiga penyumbang defisit terdalam adalah Australia sebesar US$ 400,4 juta, Thailand US$ 342,1 juta dan Brasil US$ 158,8 juta.

“Surplus neraca perdagangan pada Februari 2023 terjadi di tengah penurunan impor yang jauh lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor,” kata Habibullah.

Pada Februari 2023, ekspor mengalami penurunan sebesar 4,15% dibandingkan dengan Januari 2023 (m-to-m). Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya nilai ekspor migas sebesar 20,26%.

Di sisi lain, impor Februari 2023 juga mengalami penurunan sebesar 13,68% (m-to-m) dan lebih dalam dari penurunan ekspor. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan impor bahan baku/penopang sebesar 15,09%.

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
PROPAMI dan BEI Bahas Penguatan Kualitas Perusahaan yang Masuk Bursa
Persrilis.com dan New Media Network Luncurkan Solusi Distribusi Press Release dengan Audiens Lebih Luas
Transformasi Distribusi Press Release, Persrilis.com Gandeng New Media Network Jawab Tantangan Algoritma
Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Menulis dari Daerah: 24jamnews.com Buka Peluang Jurnalis Lokal Mandiri
Industri Pasar Modal Sambut Positif Keputusan RUA dan RUALB PROPAMI
Reformasi Pajak Penghasilan 2025: Apa yang Perlu HR dan Karyawan Ketahui?

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:27 WIB

PROPAMI dan BEI Bahas Penguatan Kualitas Perusahaan yang Masuk Bursa

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:13 WIB

Persrilis.com dan New Media Network Luncurkan Solusi Distribusi Press Release dengan Audiens Lebih Luas

Senin, 18 Mei 2026 - 06:18 WIB

Transformasi Distribusi Press Release, Persrilis.com Gandeng New Media Network Jawab Tantangan Algoritma

Kamis, 20 November 2025 - 16:00 WIB

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel

Berita Terbaru