Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 2,90 Miliar

- Pewarta

Rabu, 15 Juni 2022 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2022 tercatat surplus US$ 2,90 miliar dengan nilai ekspor US$ 21,51 miliar dan impor US$ 18,61 miliar.

“Surplus neraca perdagangan ini terjadi selama 25 bulan berturut-turut,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto mengatakan di Jakarta, Rabu 15 Juni 2022.

Menurut Setianto, surplus neraca yang diperoleh dari transaksi perdagangan sektor non-migas cukup tinggi yakni US$ 4,75 miliar. Namun tereduksi defisit perdagangan sektor migas sebesar US$ 1,86 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setianto menjelaskan, komoditas non-migas penyumbang surplus terbesar pada Mei 2022 adalah bahan bakar mineral, besi dan baja, serta lemak dan minyak hewan nabati.

Perdagangan RI mengalami surplus terbesar dengan tiga negara pada Mei 2022 yaitu dengan India, Amerika Serikat, dan Filipina.

Surplus terbesar disumbang oleh perdagangan RI dengan India dengan angka US$ 1,5 miliar pada Mei 2022 dan komoditas utama berupa bahan bakar mineral dan produk kimia, diikuti AS dengan surplus sebesar US$ 1,2 miliar berupa komoditas utama mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, dan aksesori atau rajutan.

Selanjutnya, surplus Indonesia dengan Filipina mencapai US$ 833,6 juta dengan komoditas utama bahan bakar mineral, kendaraan dan bagiannya.

Di sisi lain, perdagangan Indonesia juga mengalami defisit dengan beberapa negara, di antaranya dengan Australia mengalami defisit US$ 535,5 juta dengan perdagangan utamanya bahan bakar mineral, logam mulia, dan perhiasan atau permata.

Lalu, defisit perdagangan juga terjadi dengan China pada Mei 2022 sebesar US$ 479,8 juta , di mana komoditas penyumbang defisit terbesar yakni mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya.

Perdagangan dengan negara tetangga Thailand juga mengalami defisit US$ 331,9 juta dengan komoditas utama penyumbang defisit yakni gula, kembang gula, serta plastik dan barang dari plastik.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru