Nasdaq Turun untuk Hari Ketiga Akibat Kekhawatiran Pertumbuhan Global

- Pewarta

Selasa, 9 Oktober 2018 - 04:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Indeks Komposit Nasdaq turun untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (Selasa 9/10/2018 pagi WIB), karena aksi jual di pasar China memicu kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global, meskipun S&P 500 memangkas kerugiannya hingga berakhir hampir datar.

Beijing mengumumkan pemotongan tajam tingkat uang tunai yang bank-bank harus pertahankan sebagai cadangan, yang bertujuan untuk menurunkan biaya pembiayaan dan memicu pertumbuhan di tengah perselisihan perdagangan.

Dalam perdagangan Senin (8/10/2018), sesi perdagangan pertama bagi investor China daratan setelah libur “Golden Week”, sejak tarif-tarif baru AS dan China berlaku, keduanya, saham-saham dan yuan China merosot.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemungkinan berkurangnya pertumbuhan global, yang dipimpin oleh perlambatan China, mendorong kemunduran dari sektor teknologi yang terbang tinggi, menurun 1,2 persen.

Di antara hambatan terbesar pada Nasdaq dan S&P 500 adalah Microsoft Corp turun 1,1 persen, dan Adobe Systems Inc turun 3,2 persen.

Sebaliknya, sektor-sektor pertahanan, termasuk utilitas, kebutuhan pokok konsumen, dan real estat, memimpin sektor-sektor utama S&P dalam persentase keuntungan.

“Pertumbuhan saham-saham sangat sensitif terhadap ekspektasi pertumbuhan global,” kata Chad Morganlander, manajer portofolio senior di Washington Crossing Advisors di Florham Park, New Jersey.

“Setiap kali Anda melihat kekhawatiran tentang itu, Anda akan melihat pembalikan perdagangan itu.”Indeks Dow Jones Industrial Average naik 39,73 poin atau 0,15 persen menjadi 26.486,78 poin, Indeks S&P 500 kehilangan 1,14 poin atau 0,04 persen menjadi 2.884,43 dan Indeks Komposit Nasdaq turun 52,50 poin atau 0,67 persen menjadi 7.735,95 poin.

Pasar obligasi AS ditutup pada Senin (8/10/2018) untuk liburan Hari Columbus.

Saham induk perusahaan Google, Alphabet Inc tertekan setelah Google mengumumkan bahwa data dari hingga 500.000 pengguna jejaring sosial Google+ mungkin telah terpapar pengembang-pengembang eksternal. Perusahaan mengatakan pihaknya akan menutup Google+ versi konsumen. Saham Alphabet berakhir satu persen lebih rendah.

Saham General Electric Co naik untuk hari keenam berturut-turut, setelah perusahaan mengatakan berencana untuk menjual satu miliar dolar AS investasi energinya kepada Apollo Global Management LLC. Saham GE mengakhiri sesi dengan menguat 3,3 persen.

Jumlah saham-saham yang menurun melebihi yang meningkat, di NYSE dengan rasio 1,06-terhadap-1; di Nasdaq dengan rasio 1,45 banding 1 mendukung penurunan.

S&P 500 membukukan delapan tertinggi baru dan 23 terendah baru dalam 52-minggu; Komposit Nasdaq mencatat 17 tertinggi baru dan 138 terendah baru.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 6,93 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,22 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB