Moratorium Perlu Diperkuat, Masih Terjadi Kerusakan Hutan yang Dilindungi

- Pewarta

Selasa, 9 Juni 2020 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Deforestasi di areal moratorium belum menunjukan angka penurunan yang berarti. Pemerintah keliru mengklaim kebijakan moratorium hutan dan lahan gambut (kini penghentian permanen) telah efektif menekan deforestasi.

Berdasarkan analisis Greenpeace Indonesia deforestasi di areal moratorium (di Kalimantan, Sumatera, Papua, Sulawesi, Maluku) tidak terjadi penurunan signifikan setiap tahunnya. Dari total tutupan hutan yang hilang di areal moratorium pada 2017 tercatat sekitar 22,2 persen, tahun 2018 mencapai 19,7 persen dan tahun 2019 kembali mencapai 22,2 persen. Pada kenyataannya kehilangan hutan masih terjadi di areal Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru (PIPPIB).

“Klaim pemerintah masih jauh dari kenyataan, ini bisa mengecoh persepsi masyarakat tanpa didukung transparansi dan keterbukaan data kredibel yang bisa diuji publik,” terang Arie Rompas, Ketua Tim Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harus ada perubahan mendasar yakni perbaikan peta indikatif dan informasi yang terbuka bagi publik sehingga masyarakat bisa turut mengawasi sebagai tindakan memperkuat kebijakan Moratorium Hutan dan Gambut,” tutup Arie.

Luas deforestasi tertinggi terjadi di kelas hutan sekunder, yaitu 162,8 ribu hektar 55,7 persen terjadi di dalam kawasan hutan sementara 44,3 persen berada di luar kawasan hutan.

“Bila hutan di areal PIPPIB terlindungi dengan baik, maka kemungkinan besar deforestasi hanya terjadi di wilayah non-PIPPIB, namun pada kenyataannya deforestasi masih terjadi di areal PIPPIB,” lanjut Arie. (gre)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB