Minyak Naik Jelang Rilis Data Persediaan AS

- Pewarta

Rabu, 2 November 2022 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pompa angguk pengoboran minyak /Dok

Foto ilustrasi: Pompa angguk pengoboran minyak /Dok

MEDIA EMITEN – Harga minyak naik sekitar 2% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pedagang menunggu data stok bahan bakar AS di tengah optimisme bahwa China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, dapat dibuka kembali dari pembatasan ketat COVID.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember menguat US$ 1,84 atau 2,1% menjadi US$ 88,37 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari bertambah US$ 1,84 atau 2% menjadi US$ 94,65 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Informasi Energi AS (EIA) akan merilis laporan status minyak mingguan pada Rabu waktu setempat. Analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan laporan tersebut menunjukkan penurunan 1,6 juta barel dalam pasokan minyak mentah AS selama pekan yang berakhir 28 Oktober.

Pedagang juga memperhatikan Federal Reserve ketika bank sentral AS akan membuat pengumuman suku bunga pada Rabu sore waktu setempat saat mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Pengetatan kebijakan agresif oleh bank sentral utama untuk menjinakkan inflasi telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi resesi dan dampaknya terhadap permintaan energi.

Bulan lalu, harga minyak menuai keuntungan, didukung oleh keputusan pengurangan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.

Harga Brent dan WTI keduanya mencatat kenaikan bulanan pada Oktober, yang pertama sejak Mei, setelah OPEC+, memangkas produksi yang ditargetkan sebesar 2 juta barel per hari ( bph). Untuk Oktober, patokan minyak mentah AS menguat 8,9%, sementara Brent naik 7,8%.

OPEC menaikkan perkiraannya untuk permintaan minyak dunia dalam jangka menengah dan panjang pada Senin (31/10/2022), mengatakan bahwa investasi US$ 12,1 triliun diperlukan untuk memenuhi permintaan ini.

Faktor-faktor bullish ini telah mengimbangi kekhawatiran permintaan yang ditimbulkan oleh pembatasan COVID-19 yang menurunkan aktivitas pabrik China pada Oktober dan memotong impornya dari Jepang dan Korea Selatan.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru