Minyak Menguat, Pasokan Akan Diperketat

- Pewarta

Selasa, 7 Maret 2023 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pompa angguk pengoboran minyak /Dok

Foto ilustrasi: Pompa angguk pengoboran minyak /Dok

MEDIA EMITEN – Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari kerugian awal karena para eksekutif minyak terkemuka pada konferensi energi di Houston membahas pengetatan pasokan dan harapan atas meningkatnya permintaan dari Tiongkok.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April terangkat 78 sen atau sekitar 1% menjadi menetap pada US$ 80,46 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei bertambah 35 sen atau 0,4% menjadi ditutup pada US$ 86,18 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Eksekutif perusahaan minyak terkemuka Chevron Corp, Mike Wirth, pada konferensi energi CERAWeek mengatakan bahwa minyak dan logistik ketat serta rentan terhadap gangguan pasokan yang tidak terduga, karena minyak Rusia masih masuk ke pasar, tetapi dengan biaya yang berbeda.

CEO perusahaan perdagangan Gunvor Torbjorn Tornqvist mengatakan harga minyak mentah mungkin naik pada paruh kedua tahun ini karena permintaan China telah stabil.

PDB Tiongkok tumbuh tahun lalu hanya sebesar 3,0%. Perdana Menteri Li Keqiang pada Minggu (5/3/2023) mengatakan fondasi untuk pertumbuhan yang stabil perlu dikonsolidasikan, bahwa permintaan yang tidak mencukupi tetap menjadi masalah yang nyata dan ekspektasi investor swasta dan bisnis tidak stabil.

Minyak juga didukung oleh eksportir minyak mentah utama Arab Saudi yang menaikkan harga minyak mentah ringan unggulan Arab yang dijualnya ke Asia untuk bulan kedua pada April, serta dolar AS yang lebih lemah.

Greenback yang lebih lemah membuat minyak mentah berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli asing dan meningkatkan permintaan.

Investor menunggu kesaksian Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell minggu ini. Pedagang telah mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga tetapi mengharapkan kenaikan yang lebih kecil dari tahun lalu.

Powell dari The Fed akan memberikan kesaksian kepada Kongres pada Selasa waktu setempat dan Rabu (8/3/2023), ketika dia kemungkinan akan ditanyai tentang apakah kenaikan yang lebih besar diperlukan di negara konsumen minyak terbesar di dunia itu.

Kenaikan suku bunga AS di masa depan juga kemungkinan akan bergantung pada apa yang diungkapkan oleh laporan penggajian Februari pada Jumat (10/3/2023), diikuti oleh laporan inflasi bulan Februari minggu depan.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru