Minyak Lanjut Menguat, Permintaan China Lebih Tinggi

- Pewarta

Sabtu, 17 Juni 2023 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Eksplorasi minyak lepas pantai/Dok.

Foto ilustrasi: Eksplorasi minyak lepas pantai/Dok.

MEDIA EMITEN Harga minyak mentah melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena permintaan China yang lebih tinggi dan melihat pemotongan pasokan OPEC+.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik US$ 1,16 atau 1,64% menjadiUS$ 71,78 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus menguat US$ 0,94 atau 1,24% menjadiUS$ 76,61 per barel di London ICE Futures Exchange.

Untuk minggu ini, Brent membukukan kenaikan mingguan sebesar 2,4% dan WTI naik 2,3%.

Minyak telah naik minggu ini di tengah harapan meningkatnya permintaan China. Throughput (tingkat pengolahan) kilang China naik pada Mei ke rekor total tertinggi kedua dan CEO Kuwait Petroleum Corp memperkirakan permintaan China akan terus meningkat selama paruh kedua.

Pedagang minyak terus menambah posisi beli untuk mengantisipasi permintaan minyak yang lebih tinggi yang timbul dari kebijakan dukungan China.

Minyak menguat karena prospek fundamental jangka pendek tampaknya telah berubah, dengan premi diesel Eropa melonjak dan karena China memberikan kuota impor minyak mentah besar-besaran, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok jasa perdagangan daring multi-aset.

Impor minyak mentah China mungkin akan menjadi kuat setelah stimulus mengalir melalui ekonomi, menurut Moya.

Sementara itu, Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire, mengaitkan kenaikan harga minyak dengan pengurangan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya ditambah pemotongan tambahan oleh Arab Saudi pada Juli serta stimulus ekonomi China.

Menteri Energi Rusia Nikolai Shulginov mengatakan “realistis” untuk mencapai harga minyak sekitar US$ 80 per barel, kantor berita negara Rusia melaporkan.

Shulginov juga mengatakan produksi kondensat minyak dan gas Rusia diperkirakan turun sekitar 20 juta ton (400.000 barel per hari) tahun ini, mengulangi ekspektasi Rusia.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Di Iran, ekspor minyak mentah dan produksi minyak telah mencapai level tertinggi baru pada tahun 2023 meskipun ada sanksi AS, menurut konsultan, data pengiriman dan sumber yang mengetahui masalah tersebut, menambah pasokan global ketika produsen lain membatasi produksi.

Amerika Serikat memiliki 552 rig pengeboran minyak aktif minggu ini, empat rig lebih sedikit dari minggu sebelumnya, sementara Kanada menambahkan 18 rig pengeboran minyak aktif mencapai 103 minggu ini, menurut data yang dikeluarkan oleh perusahaan jasa minyak Baker Hughes pada Jumat (16/6/2023).

Berita Terkait

Permudah Pembayaran Premi Asuransi, BRI Jalin Kerja Sama dengan Manulife Indonesia
Vesri Majalah Bisnis Global Fortune, PT Waskita Karya Tbk Masuk dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500
PT Sinarmas Asset Management Kolaborasi dengan Artificial Intelligence untuk Hasilkan Return yang Lebih Baik
Maskapa Penerbangan PT Garuda Indonesia Beberkan Sejumlah Strategi untuk Meraih Rp49 Triliun pada 2024
Platform Marketplace Tokopedia dan TikTok Shop Bergabung, Perusahaan Mulai Melakukan Restrukturisasi
BRI Tampilkan Perjalanan Transformasi Digital di Product Development Conference 2024
Dukung Pemimpin Berprestasi, Harian Investor Luncurkan Majalah Digital atau eMagz Investor Weekly
Harga Tahu dan Tempe Berpotensi Alami Kenaikan Akibat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 18:18 WIB

Permudah Pembayaran Premi Asuransi, BRI Jalin Kerja Sama dengan Manulife Indonesia

Rabu, 10 Juli 2024 - 09:24 WIB

Vesri Majalah Bisnis Global Fortune, PT Waskita Karya Tbk Masuk dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500

Selasa, 9 Juli 2024 - 11:30 WIB

PT Sinarmas Asset Management Kolaborasi dengan Artificial Intelligence untuk Hasilkan Return yang Lebih Baik

Kamis, 4 Juli 2024 - 11:17 WIB

Maskapa Penerbangan PT Garuda Indonesia Beberkan Sejumlah Strategi untuk Meraih Rp49 Triliun pada 2024

Kamis, 4 Juli 2024 - 09:36 WIB

Platform Marketplace Tokopedia dan TikTok Shop Bergabung, Perusahaan Mulai Melakukan Restrukturisasi

Rabu, 3 Juli 2024 - 11:00 WIB

BRI Tampilkan Perjalanan Transformasi Digital di Product Development Conference 2024

Senin, 1 Juli 2024 - 09:48 WIB

Dukung Pemimpin Berprestasi, Harian Investor Luncurkan Majalah Digital atau eMagz Investor Weekly

Sabtu, 29 Juni 2024 - 15:57 WIB

Harga Tahu dan Tempe Berpotensi Alami Kenaikan Akibat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

Berita Terbaru