Migas Sumbang Defisit Terbesar Neraca Perdagangan Oktober

- Pewarta

Kamis, 15 November 2018 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan tingginya impor dari sektor minyak dan gas menjadi penyebab terjadinya defisit neraca perdagangan pada Oktober 2018 sebesar 1,82 miliar dolar AS.

“Defisit 1,82 miliar dolar AS itu berasal dari defisit migas 1,4 miliar dolar AS dan defisit non migas 393 juta dolar AS,” kata Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Suhariyanto menjelaskan impor sektor migas dalam periode ini tercatat sebesar 2,90 miliar dolar AS, sedangkan ekspor migas hanya mencapai 1,48 miliar dolar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Impor sektor migas terdiri atas impor minyak mentah sebesar 878,4 juta dolar AS, impor hasil minyak mencapai 1,71 miliar dolar AS, dan impor gas sebanyak 311,2 juta dolar AS.

Sementara itu, ekspor migas terdiri dari ekspor minyak mentah sebesar 418,8 juta dolar AS, ekspor hasil minyak mencapai 110,6 juta dolar AS, dan ekspor gas 952,2 juta dolar AS.

“Yang membuat defisit dari sektor migas sedikit tertekan adalah nilai ekspor gas yang naik 49,3 persen dan memberikan sumbangan surplus,” ujar Suhariyanto.

Nilai impor nonmigas yang mencapai 14,7 miliar dolar AS ikut memberikan sumbangan pada defisit neraca perdagangan, karena ekspor nonmigas hanya tercatat 14,3 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan, BPS mencatat nilai ekspor mencapai 15,8 miliar dolar AS dan impor sebesar 17,6 miliar dolar AS pada Oktober 2018.

Dengan demikian, secara kumulatif, Januari-Oktober 2018, neraca perdagangan tercatat defisit sebesar 5,5 miliar dolar AS.

Defisit neraca perdagangan tersebut berasal dari nilai ekspor sebanyak 150,8 miliar dolar AS dan impor sebesar 156,3 miliar dolar AS.

Sejak awal tahun, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan dengan India sebesar 7,3 miliar dolar AS, Amerika Serikat 7,1 miliar dolar AS dan Belanda 2,2 miliar dolar AS. Namun, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar 15,9 miliar dolar AS, Thailand 4,3 miliar dolar AS dan Australia 2,4 miliar dolar AS. (sat)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru