Merespons Kebijakan Insentif Pajak, Rupiah Menguat

- Pewarta

Jumat, 19 Oktober 2018 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi (19/10/2018), bergerak menguat sebesar 22 poin menjadi Rp15.191 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.213 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (19/10/2018), mengatakan pelaku pasar merespons positif kebijakan pemerintah yang memberikan fasilitas insentif perpajakan.

“Pemerintah memberikan insentif kepada pelaku usaha, diharapkan berdampak signifikan kepada peningkatan kegiatan perekonomian,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, lanjut dia, apresiasi rupiah juga memfaktorkan teknikal dimana sebagian pelaku pasar memanfaatkan posisi dolar AS yang telah tinggi untuk ambil untung.

Kendati demikian, lanjut dia, apresiasi rupiah diproyeksikan relatif terbatas menyusul kuatnya ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga AS.
“Kenaikan rupiah relatif masih rapuh seiring dengan dirilisnya hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada September lalu, yang mengindikasikan kenaikan lanjutan dari suku bunga The Fed,” katanya.

Kepala Riset Monex Investondo Futures, Ariston Tjendra menambahkan hasil pertemuan the Fed yang bernada hawkish terhadap kenaikan suku bunga mash membayangi pergerakan rupiah.

“Pergerakan dolar AS masih cukup solid pasca pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang hawkish terhadap suku bunga the Fed,” katanya. (zub)

Berita Terkait

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:48 WIB

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Berita Terbaru