MEDIA EMITEN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mendorong perumusan kebijakan energi lintas sektoral di daerah dalam bentuk Rencana Umum Energi Daerah Provinsi (RUED-P) untuk segera dipercepat.
Pemerintah menargetkan seluruh provinsi di Indonesia telah memiliki RUED di tahun 2022.
Baca Juga: Kinerja Moncer, Pertamina Cetak Laba Bersih Rp 15 Triliun
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menjadi tugas kami di DEN untuk bisa menyusun suatu rencana strategis ke depan dan menyusun kebijakan-kebijakan yang harus segera diambil,” kata Arifin yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), dikutip mediaemiten.com.
Arifin memaparkan, terdapat 21 provinsi di Indonesia yang telah menetapkan peraturan daerah RUED-P sebagai acuan pengembangan sumber energi sesuai dengan potensi daerah masing -masing.
Masih ada 13 daerah yang belum mempunyai RUED-P.
“Diharapkan di tahun 2022 seluruh daerah memiliki RUED. Dari situ kita bisa melihat kebutuhan, resources yang ada dan rencana implementasinya,” uca[nya.
Baca Juga:
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
Dijelaskan, sampai dengan 11 Juni 2021, terdapat 1 provinsi yang proses penetapan RUED-P masih sedang registrasi nomor di Kementerian Dalam Negeri, 9 provinsi proses Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun Anggaran 2021 dan pembahasan di DPRD, dan 3 provinsi telah memiliki draft rancangan Perda RUED-P namun belum memiliki anggaran pembahasan.
Proses percepatan penetapan RUED-P merupakan salah satu program prioritas DEN tahun 2021 – 2025.
Dalam pelaksanaanya, DEN akan melakukan pengawasan dan pengawasan pendampingan perhitungan buaran energi nasional dan daerah serta menetapkan dan memastikan daerah potensi krisis dan darurat energi.
“RUED dinilai akan membuka potensi pengembangan ekonomi, serta memberikan kepastian ketersediaan energi bagi investor untuk melakukan investasi di daerah,” kata Arifin.
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Benahi Kesenjangan Energi
Dalam pelaksanaan tugasnya, pemerintah melalui DEN berkomitmen memperluas dan memperbaiki akses energi ke seluruh masyarakat Indonesia terumata ke daerah-daerah pedalaman.
“Ini sedang berlangsung dilakukan. Pemerintah merespon penyediaan energi ke daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau,” ucap Arifin.
Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi hambatan tersebut melalui konversi pembangkit diesel ke gas.
Terlebih langkah ini diambil pemerintah demi menekan tingginya angka impor bahan bakar minyak.
“Program ini akan memanfaatkan gas alam kita, terutama untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Indonesia Timur bisa berasal dari Bontang atau Bintuni dan ke depan bisa dari Masela,” jelas Arifin.
Baca Juga:
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu
Dikatakan adanya infrastruktur gas di wilayah Timur diharapkan memudahkan transportasi ke wilayah yang akan mendapatkan akses energi.
Selain itu, identifikasi dan implementasi sumber energi baru terbarukan di masing-masing wialayah juga menjadi salah satu pertimbangan mengatasi kesenjangan energi.
Ke depannya, pemerintah bakal fokus program konversi BBM ke energi listrik.
Kondisi ini sesuai tuntutan global akan energi bersih.
Simak Pula: PTPP Siapkan Dana Rp 1,04 Triliun untuk Lunasi Utang Jatuh Tempo
Salah satu tantangan yang tengah dihadapi adalah penetapan pajak karbon sehingga menjadi tekanan tersendiri bagi industri dalam negeri.
“Konversi BBM ke listrik ini harus suatu menjadi program yang sungguh -sungguh kita laksanakan. Dengan memberikan insentif dengan perpajakan karena listrik ini dihasilkan dari produk dalam negeri, kita tidak impor. Itu yang perlu kita prioritaskan, kita buatkan roadmap yang terukur ke depannya,” kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif. (ENI)











