Mentan Syahrul Dorong Petani Milenial Produk Sayuran Organik

- Pewarta

Senin, 29 Juni 2020 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Hamidah mengunjungi sekaligus panen sayur organik di kawasan Sayur Organik Merbabu (SOM) Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2020).

Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong budidaya sayur organik yang maju, mandiri dan modern oleh petani milenial sehingga produksinya dapat memenuhi permintaan di masa new normal yang kian melejit.

Hadir anggota DPD RI, Denty Eka Widi Pratiwi, Bupati Semarang, Mundjirin ES, Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Moch Erwansjah, Kajati Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro, Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono, Dandim 0733/BS Semarang, Kolonel Inf Yudhi Diliyanto dan jajaran Eselon I Kementan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mentan Syahrul mengatakan sektor pertanian di era new normal atau pasca covid 19 harus diperkuat sehingga benar-benar menjadi penyokong utama perekonomian nasional. Sebab covid 19 telah membuat dunia berubah dan menguji semua daerah dan sebuah negara apakah mampu menjadi pemenang.

“Oleh karena itu, Indonesia adalah bangsa pejuang dan Provinsi Jawa Tengah khusus Kabupaten Semarang harus menjadi garda terdepan dan lokomotif memajukan perekonomian melalui sektor pertanian. Kita harus semangat menyediakan pangan rakyat jangan sampai ada yang teriak lapar. Ini tantangan kita bersama yang harus kita menangkan,” demikian kata Syahrul.

Oleh karena itu, Syahrul berharap dalam kunjungan di SOM Kepang ini agar semua pihak semangat menyediakan pangan secara maju, mandiri dan modern bahkan bisa ekspor dalam menghadapi tantangan dampak covid 19. Menurutnya, sektor pertanian menjadi satu-satunya solusi karena tidak mengenal krisis sepanjang diolah dengan optimal.

“Kita harus jamin tidak boleh ada rakyat teriak kelaparan. Maka pertanian harus akseleratif bertumbuh lebih baik dari apa yang ada. Dan apa yang dilakukan petani milenial yaitu Sofyan bersama teman-teman di SOM ini sudah menjawab tantangan,” bebernya.

“Ini cuma 10 hektar kurang lebih hasilnya Rp300 juta perbulan, dikerjakan 25 orang sehingga penghasilanya kurang lebih Rp10 juta per orang per bulan. Maaf gajinya Pak Bupati kalah,” lanjut Syahrul.

Syahrul bertekad untuk mengembangkan model budidaya SOM ini ke daerah lain agar pertanian secara merata di semua daerah menjadi penopang perekonomian. Kementan memberikan dukungan nyata berupa bantuan benih, pupuk, alat mesin pertanian, asuransi dan dana KUR. (inf)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru