Menjelang Normalitas Baru, Penumpukan Penumpang KRL Masih Terjadi

- Pewarta

Rabu, 27 Mei 2020 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang Normalitas Baru, Penumpukan Penumpang KRL Masih Terjadi

Mediaemiten.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie menyayangkan terjadinya penumpukan penumpang di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tujuan Jakarta-Bogor pada hari pertama Lebaran, Minggu (24/5/2020). Penumpukan tersebut mengakibatkan saling berhimpitan dan tentu saja mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti physical distancing.

Melalui keterangan persnya, Selasa (26/5/2020), Syarief juga menyampaikan kekhawatirannya akan potensi terjadinya lonjakan pasien positif Covid-19 usai hari raya, khususnya di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

“Terlebih, usai terjadi kepadatan penumpang di dalam gerbong moda transportasi KRL tersebut yang tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Apalagi, sebelumnya oleh sejumlah kalangan sudah diprediksi bakal terjadi pelonjakan setelah lebaran. Saya khawatir, namun mudah-mudahan saja tidak terjadi,” ujar Syarief.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi Fraksi Partai Nasdem ini mendesak pemerintah pusat dan daerah saling berkoordinasi untuk mencegah masyarakat dari kampung halaman kembali ke wilayah sentral. Tujuannya, dalam rangka mengantisipasi lonjakan drastis pasien positif Covid-19. “Jadi ditahan, supaya bisa dilokalisir ya. Jangan sampai nanti membludak di Jakarta yang menjadi sentral,” tandasnya.

Di sisi lain, legislator dapil Kalimantan Barat I tersebut menegaskan upaya pencegahan tersebut perlu dilakukan, mengingat tenaga medis dengan sumber daya manusia (SDM) yang terbatas agar tak kewalahan merawat pasien. “Kalau terjadi lonjakan, kita sangat kasihan kepada tenaga medis kita. Sudah minim SDM dan kemudian juga fasilitasnya. Tentunya, kita berdoa semoga tidak terjadi,” pungkas Syarief. (par) #mediamelawancovid19

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Pers Rilis

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:25 WIB