MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 66,1 poin atau 0,96% menjadi 6.814,53 pada penutupan perdagangan Jumat 14 Oktober 2022. IHSG melawan arus di tengah kenaikan bursa saham kawasan Asia.
Bursa saham regional Asia mayoritas menguat, antara lain indeks Nikkei naik 853,34 atau 3,25% ke 27.090,76, indeks Hang Seng naik 198,58 atau 1,21% ke 16.587,69, indeks Shanghai meningkat 55,63 poin atau 1,84% ke 3.071,99, dan indeks Straits Times melemah 0,84 poin atau 0,03% ke 3.039,61.
Rerata saham regional menguat mengikuti Wall Street yang mengalami reli, pasca rilis data inflasi dan klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Inflasi AS pada September tercatat di 8,2% atau lebih rendah dari Agustus 8,3%. Sementara klaim pengangguran mingguan AS naik 9.000 menuju level 228.000 klaim.
IHSG tertekan diiringi oleh aksi jual asing yang mencatatkan net foreign sell Rp 425,93 milliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler net sell asing sebesar Rp 355,09 miliar.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 365,46 miliar, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) Rp 60,29 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 54,83 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 38,65 milialr, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 29,80 miliar.
Sebaliknya lima saham berikut cetak pembelian bersih (net foreign buy) saham oleh investor asing, yaitu saham PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 155,33 miliar, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) Rp 40,95 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 38,65 milliar, PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 37,92 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 18,88 miliar.
Baca Juga:
Savaya Group Hadirkan Zumana, Destinasi Baru di Pesisir Kuta Bali
Trinasolar Dukung Proyek PLTS dan Penyimpanan Energi 10 MWh di Phu Quoc, Vietnam
Dibuka menguat, satu jam jelang penutupan sesi pertama perdagangan saham IHSG turun ke zona merah. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 2,06%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi masing-masing minus 1,21% dan minus 1,08%. Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor perindustrian dan sektor properti & real estat masing-masing sebesar 0,89% dan 0,05%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SICO, PNIN, GPRA, MEDS, dan DEWI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ARTO, COAL, SDMU, dan BBKP.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.157.372 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,31 miliar lembar saham senilai Rp11,43 triliun. Sebanyak 179 saham naik, 353 saham menurun, dan 155 tidak bergerak nilainya.






