MEDIA EMITEN – Harga saham emiten tambang batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) anjlok hingga 6,37% menjadi Rp 28.275 pada akhir perdagangan Kamis, 11 Mei 2023, menyusul rilis laporan keuangan yang mencatatkan penurunan laba.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2023 yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), ITMG mencatatkan laba bersih senilai US$ 182,71 juta dalam tiga bulan pertama tahun 2023, atau merosot 14,5% dibanding periode yang sama tahun 2022 yang setara US$ 213,27 juta.
Dampaknya, laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun ke level US$ 0,16 per lembar, sedangkan di akhir Maret 2022 berada di level US$0,19.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun pendapatan bersih tumbuh 7,1% dibanding kuartal I 2022 menjadi USS 685,58 juta. Rinciannya, penjualan batu bara kepada pihak ketiga naik 4,5% menjadi US$ 646,97 juta.
Sayangnya, beban pokok pendapatan membengkak 37,9% menjadi US$ 418,67 juta. Pemicunya, biaya penambangan naik 43,01% menjadi US$ 133,09 juta dan meningkatknya royalti/iuran eksploitasi sebesar 47,3% menjadi US$112, 23 juta.
Akibatnya, laba kotor turun 20,8% menjadi US$ 266,91 juta, sedangkan di akhir kuartal I 2022 setara US$ 336,33 juta.
Sementara itu, total kewajiban bertambah 60,9% dibanding akhir tahun 2022 menjadi US$1,109 miliar. Tambahan itu dari utang pembayaran dividen senilai US$ 474,63 juta.








