Laba Bersih BBCA Naik 43%

- Pewarta

Kamis, 27 April 2023 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laba Bersih  BBCA Naik 43%

Presiden Direktur bank BCA Jahja Setiaatmadja/IST.

 MEDIA EMITEN – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih enilai Rp 11,5 triliun pada kuartal I-2023 atau naik 43% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, imbal hasil yang lebih tinggi dari penempatan dana pada obligasi negara, serta kenaikan pendapatan fee yang selaras dengan peningkatan jumlah transaksi.

Secara umum, kami belum menaikkan suku bunga kredit dan senantiasa menyediakan suku bunga yang kompetitif di pasar serta mendorong pemulihan perekonomian,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam konferensi pers daring, Kamis 27 April 2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Jahja, minat kredit konsumer juga terus membaik, terlihat dari tingginya antusiasme pengunjung BCA Expoversary 2023 yang diperpanjang hingga 30 April 2023.

Secara keseluruhan, BCA mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 12% secara tahunan per Maret 2023 menjadi Rp 713,8 triliun.

Dari sisi pendanaan, dana murah atau current account saving account (CASA) naik 5,7% secara tahunan menjadi Rp843,3 triliun per Maret 2023, yang berkontribusi hingga 81,2% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Sementara itu, total DPK tumbuh 4,1% secara tahunan menjadi Rp 1.039 triliun, sehingga meningkatkan total aset BCA sebesar 4,9% menjadi Rp 1.322 triliun.

BCA juga mencatat pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) selama kuartal I 2023 sebesar Rp 18,5 triliun atau tumbuh 28% secara tahunan.

Pendapatan selain bunga tumbuh 5,6% secara tahunan menjadi Rp 6,3 triliun, ditopang oleh kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 6,9% sehingga pendapatan operasional tercatat sebesar Rp24,8 triliun atau naik 21,5% year on year.

Seiring dengan peningkatan kualitas aset, kata Jahja, biaya provisi tercatat turun Rp1,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

 

 

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok

Pers Rilis

Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok

Senin, 7 Sep 2026 - 08:13 WIB