MEDIA EMITEN – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali membukukan laba bersih sebesar US$ 3,7 miliar atau setara Rp 58 triliun hingga kuartal III-2022. Perseroan berhasil konsisten membalikkan kinerja keuangan dari rugi menjadi laba.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi kuartal III-2022 yang dipublikasikan pada Kamis 3 November 2022, performa Garuda pada kuartal III-2022 jauh lebih sehat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan menderita rugi US$ 1,6 miliar.
Maskapai pelat merah itu berhasil membukukan kenaikan pendapatan usaha sekitar 60% menjadi US$ 1,5 miliar pada kuartal III-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$ 939 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendapatan Garuda berasal dari penerbangan berjadwal yang tercatat melonjak menjadi US$ 1,15 miliar dari US$ 732 juta, penerbangan tidak berjadwal melesat 171% menjadi US$ 162, dan segmen lainnya naik 27% menjadi US$ 185 juta.
Selain itu, perseroan berhasil menurunkan beban usaha yang menyusut dari US$ 1,98 miliar menjadi US$ 1,85 miliar. Penyusutan paling kontras tampak dari efisiensi di sektor beban operasional penerbangan dan beban pemeliharaan serta perbaikan. Termasuk, beban bandara yang berkurang menjadi US$ 106 juta dari US$ 120 juta.
Pada pos pendapatan usaha lainnya juga tercatat naik tajam, antara lain dari restrukturisasi utang sebesar US$ 2,8 miliar dan keuntungan dari restrukturisasi pembayaran sebesar US$ 1,3 miliar.
Total liabilitas tercatat mencapai US$ 8,2 miliar atau setara Rp 130 triliun, defisit dibandingkan periode Desember 2021 yang sebesar US$ 12,2 miliar.
Sedangkan ekuitas perseroan sebesar US$ 2,4 miliar atau Rp 37,8 triliun dibandingkan posisi pada Desember 2021 yang sebesar US$ 6,1 miliar. Alhasil, total aset perseroan pun merosot menjadi US$ 5,8 miliar dari semula US$ 7,1 miliar.






