Kredit Perbankan Makin Agresif Tumbuh Hingga 13,35 Persen

- Pewarta

Kamis, 29 November 2018 - 01:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pertumbuhan kredit perbankantahunan hingga akhir Oktober 2018 bertumbuh kian agresif yakni 13,35 persen, dibandingkan September 2018 yang 12,6 persen, seturut dengan mengalirnya penghimpunan simpanan yang terindikasi dari kenaikan Dana Pihak Ketiga sebesar 7,6 persen.

“Dari sisi penghimpunan dana perbankan, Dana Pihak Ketiga perbankan tumbuh sebesar 7,6 persen (yoy) dibanding September 2018 yang 6,6 persen,” kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo ketika menyampaikan hasil Rapat Dewan Komisioner di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Berdasarkan simpulan rapat reguler di tubuh pengawas industri keuangan itu, stabilitas sektor jasa keuangan masih dalam kondisi terjaga.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negara berkembang atau “emerging markets” termamsuk Indonesia menikmati dampak positif dari dinamika politik dan ekonomi di Amerika Serikat, terutama hasil pemilu jangka menengah yang memperkuat posisi Partai Demokrat di Kongres AS. Hal ini diyakini dapat meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap kebijakan pemeirntah AS.

Perkembangan ekonomi AS yang tidak begitu menggembirakan juga telah menghambat kenaiakn imbal hasil obligasi pemeirntah AS dan penguatan dolar AS.

Per 23 November 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar tiga persen sejak 1 November 2018.

“Penguatan IHSG didorong oleh sektor keuangan, industri dasar, dan properti. Investor nonresiden mencatatkan beli bersih sebesar Rp9,5 triliun,” ujar Anto.

Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), imbal hasil SBN untuk tenor jangka pendek, menengah, dan panjang turun masing-masing sebesar 34 basis poin (bps), 52 bps, dan 49 bps mtd. Investor nonresiden melanjutkan net buy sebesar Rp30,3 triliun.

Di pasar modal, penghimpunan dana oleh korporasi telah menyerap Rp156 triliun per 23 November 2018. Jumlah emiten baru sepanjang tahun tercatat 56 emiten, lebih tinggi dibandingkan jumlah emiten baru sepanjang 2017 yang sebanyak 46 emiten di periode yang sama. Penghimpunan dana didominasi oleh emiten di sektor keuangan dengan porsi 56,91 persen.

Adapun kualitas aset jasa keuangan diklaim cukup terjaga. Indikasinya, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan) perbankan tercatat 2,65 persen, sedangkan di perusahaan pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing) sebesar 3,21 persen.

Rasio kecukupan permodalan perbankan per Oktober 2018 juga terjaga di 23,09 persen. Adapun “Risk-Based Capital” industri asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 308 persen dan 418 persen. (iap)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru