MEDIA EMITEN – Kookmin Bank Co Ltd mengajak STIC Eugene Star Holding inc untuk menyerap 31.9 miliar Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.
Mengutip keterangan resmi BBKP, akhir pekan, investor baru itu menyuntikan dana segar kepada BBKP Rp3,19 triliun dan berhak atas 16,98 porsi kepemilikan saham.
Sedangkan Kookmin Bank selaku pembeli siaga right issue tersebut menebus 80,2 miliar HMETD, dengan menambah modal Rp8,02 triliun kepada BBKP.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat pengalihan sebagian HMETD milliknya kepada STIC Eugene Star, porsi kepemilikan Kookmin Bank pada BBKP menyusut menjadi 66,88% dari sebelumnya 67%. Adapun porsi kepemilikan investor publik turun jadi 16,14% dari sebelum pelaksanaan right issue sebesar 33%.
Presiden Direktur BBKP, Woo Yeul Lee menjelaskan, tambahan modal dari hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
“Secara spesifik, mayoritas dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk kegiatan ekspansi kredit, dimana mayoritas kredit akan disalurkan kepada korporasi,” kata dia.
Ia merinci, penyaluraan mayoritas kredit ke korporasi tersebut merupakan bagian dari strategi itu dengan tujuan untuk mempergencar ekspansi kredit sekaligus meningkatkan kualitas aset. Dengan strategi ini, BBKP akan memfokuskan ke wholesale atau corporate banking terlebih dahulu, baru kemudian menggencarkan retail banking.
Baca Juga:
Dreame Perluas Portofolio Produk Smart Living Lewat Ekosistem Smart Living di Ajang IFA 2026
Huawei Tingkatkan Solusi Stellar AI WAN, Percepat Adopsi AI di Berbagai Industri
“Bank KB Bukopin menargetkan peningkatan pendapatan bunga sekaligus rasio kredit bermasalah (NPL Gross) yang lebih baik yaitu mendekati 1 persen dari kredit baru yang disalurkan,” jelasnya
Pada kuartal I 2023, BBKP mencaatkan rugi bersih Rp 213,6 miliar. Akibatnya, defisit BBKP menyentuh Rp 8,886 triliun, atau bengkak 2,45% dibanding akhir tahun 2022.







