Konglomerat Dato Tahir Lakukan Aksi Tukar Dolar Senilai Rp2 Triliun

- Pewarta

Selasa, 16 Oktober 2018 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Konglomerat Dato Sri Tahir menukarkan uang pribadinya dalam bentuk dolar ke dalam rupiah senilai Rp2 triliun di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (15/10/2018).

CEO Mayapada Group itu tepatnya menukarkan sebanyak 93 juta dolar AS dan 55 juta dolar Singapura.

“Pagi ini kami diterima oleh Bapak Gubernur. Jadi kami memberikan buktinya kepada Bapak Gubernur bahwa dalam minggu lalu total kami telah menggantikan dolar 93 juta dolar AS, plus 55 juta dolar Singapura. Jadi setara Rp2 triliun. Ini pribadi, tidak ada kaitannya dengan koorporasi,” ujar Tahir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan uang senilai Rp2 triliun tersebut akan disetorkan untuk menjadi modal Bank Mayapada.

“Jadi kami kalau setor modal kan bisa dari uang rupiah, juga bisa Dolar. Tapi sekarang kita kan tahu rupiah ini dalam keadaan masih mencari posisi terbaik, jadi sebagai warga negara kebetulan kami juga udah ikut tax amnesty. Jadi saya pikir daripada taruh di dalam negeri, jadi dikembalikan ke sini dulu aja,” kata Tahir.

Ia berharap, pengusaha-pengusaha yang lain juga dapat menukarkan dolarnya ke dalam rupiah. Menurutnya, kendati rupiah tengah melemah, kondisi fundamental ekonomi Indonesia relatif baik dan tidak perlu dikhawatirkan.

Tahir menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan dengan kondisi ekonomi pada 1997-1998 lalu.

“Tidak perlu khawatir dengan ekonomi Indonesia. Itu pujian juga bukan dari saya tapi dari IMF ya. Kami sebagai bankir, saya Bank Mayapada, tidak menemukan ada rush nasabah memberikan dolar. Jadi situasi lain sama sekali dengan tahun 97-98,” ujarnya.

Ia meyakini, upaya para pengusaha menukarkan dolar mereka ke dalam rupiah, dapat membantu meningkatkan stabilitas rupiah karena persediaan dolar di dalam negeri semakin meningkat.

“Ini sangat bisa membantu penguatan rupiah. Saya kira kalau semua pengusaha mau bersatu, pasti bisa,” kata Tahir. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru