MEDIA EMITEN – Mayoritas saham-saham berbasis komoditas terkoreksi seiring penurunan harga komoditas global. Hal ini menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sehingga melemah 30,64 poin atau 0,44% ke level 6.883,5.
Pada Rabu 25 Mei 2022, harga komoditas batubara global ICE New Castle Coal anjlok 8,11% menjadi US$ 310. Ini menekan saham-saham batubara, seperti PT Adaro Energy Tbk turun 3,12% menjadi Rp 3100, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) ambles 6,67% menjadi Rp 476, PT MNC Energy Investment (IATA) turun 4,04% menjadi Rp 191, dan PT TBS Energy Utama Tbk (TOBA) turun 2,83% menjadi Rp 1.030.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 1,38%, diikuti sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer masing-masing minus 0,9% dan minus 0,39%.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor kesehatan dan sektor infrastruktur masing-masing sebesar 0,69% dan 0,15%.
Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing di seluruh pasar sebesar Rp145,13 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp40,54 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.396.096 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,93 miliar lembar saham senilai Rp14,95 triliun. Sebanyak 198 saham naik, 320 saham menurun, dan 180 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 70,34 poin atau 0,26% ke 26.677,8, indeks Hang Seng naik 59,17 poin atau 0,29% ke 20.171,27, dan indeks Straits Times meningkat 15,46 poin atau 0,48% ke 3.179,58.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT







