Komisi VII Pertanyakan Murahnya Harga Ekspor Solar ke Malaysia

- Pewarta

Rabu, 7 Oktober 2020 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Komisi VII DPR RI mempertanyakan ekspor solar jenis High Speed Diesel (HSD) yang dilakukan PT. Pertamina (Persero) ke Malaysia dengan harga yang lebih murah disbanding harga yang dijual di dalam negeri, yakni sekitar 9,5 miliar dollar Amerika Serikat (AS) untuk satu kargo atau sekitar 200 ribu barel. Ekspor perdana produk HSD 50 PPM Sulphur yang dilakukan pada 5 September 2020 lalu ini dilakukan Pertamina Refinery Unit V Balikpapan ke Malaysia melalui kapal MT. Ridgebury Katherine Z.

“Perlu diklarifikasi, mengenai isu yang berkembang di publik. Mengenai adanya perbedaan harga HSD di dalam negeri yang lebih mahal harganya ketimbang ekspor. Jika demikian adanya, hal ini tentunya mengecewakan masyarakat Indonesia,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno saat memimpin RDP Komisi VII DPR RI dengan Direksi PT. Pertamina di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Senin (5/10/2020).

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Wanika. Ia mengatakan bahwa isu penjualan solar dengan harga lebih murah ke Malaysia sungguh tidak mengenakkan. Hal itu menjadi isu negatif buat Pertamina. Pasalnya meski yang diekspor Pertamina adalah HSD, namun orang awam tetap akan memahaminya sebagai ekspor solar

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengertian umum HSD, ada kata-kata dieselnya, pengertian orang awam itu solar juga. Oleh karena itu saya meminta penjelasan dari Pertamina terkait keputusan ekspor solar tersebut,” ungkap Kardaya.

Menjawab hal tersebut, CEO Subholding refinery and petrochemical Pertamina, Ignatius Tallulembang menjelaskan bahwa ekspor HSD tersebut tak lepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada operasional kilang dan juga permintaan (demand) HSD di dalam negeri. Dimana selama masa pandemi covid-19, kilang Pertamina dioperasikan pada kapasitas minimum (turn down ratio) pada 75 persen.

Saat kapasitas operasional minimum, daya serap (demand) dalam negeri masih rendah, sementara daya tampung (storage) pun sudah hampir penuh. Meski storage penuh, namun operasional kilang tetap tidak boleh berhenti. Sebab, berhentinya kilang justru mendatangkan kerugian yang lebih besar. “Kalau kita stop, artinya bukan solar saja yang tidak bisa dihasilkan. Tapi produk lain yang kita butuhkan seperti gasoline, LPG dan sebagainya juga,” sambung Tallulembang.

Oleh karena itu, ia menilai ekspor HSD yang dilakukan Pertamina sudah mempertimbangkan mitigasi risiko dari operasional kilang, serta kondisi demand  di masa pandemi Covid-19 ini. Sementara itu terkait harga ekspor yang lebih murah dibanding dalam negeri, Tallulembang mengaku harga ekspor pada produk HSD tersebut telah merujuk pada harga pasar yang berlaku saat itu. “Harga jualnya menyesuaikan harga pasar saat itu, ada term-nya. Ini adalah foB, artinya beli berdasarkan harga Balikpapan, sesuai harga pasar,” ujarnya. (dpr)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru