Komisi VI Minta Kimia Farma Turunkan Impor Bahan Baku Obat

- Pewarta

Rabu, 22 Juli 2020 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih meminta PT. Kimia Farma sungguh-sungguh siap dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia saat-saat ini. Terutama, dalam penyediaan obat-obatan, yang ke depannya Kimia Farma diminta untuk tidak lagi bergantung kepada bahan baku impor. 

Selain itu, tegas Demer sapaan akrabnya, PT Kimia Farma didesak untuk menurunkan bahan baku obat-obat impor yang sekarang ini mencapai persentase 90 persen. Hal itu ditekankan Demer, usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke Provinsi Jawa Barat, yang salah satunya meninjau PT. Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, Bekasi, Senin (20/7/2020).

“Komisi VI ingin memastikan Kimia Farma siap dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, terutama tentang penyediaan obat-obat. Kami juga ingin memastikan, Kimia Farma akan menurunkan bahan baku impor untuk obat-obatan itu. Sehingga, nantinya kita tidak terlalu tergantung kepada bahan baku obat-obatan impor yang persentasenya sudah mencapai 90 persen,” ujar Demer. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menjelaskan Komisi VI DPR RI mengunjungi pabrik dan laboratorium milik Kimia Farma. Tujuannya, ungkap Demer, untuk mengetahui lebih besar kapasitas Kimia Farma dalam memproses bahan-bahan obat yang berpotensi untuk menanggulangi Covid-19.

Demer menyatakan, berdasarkan hasil tinjauan Komisi VI DPR RI ini, dapat disimpulkan bahwa Kimia Farma berpotensi memproduksi bahan baku obat-obatan dengan tanpa harus lagi mengimpor. Untuk itu, legislator dapil Bali itu mengatakan pihaknya akan mengusulkan kepada Pemerintah agar Kimia Farma mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN). 

“Ke depannya, kami usulkan Kimia Farma kepada Pemerintah untuk mendapatkan PMN. Disisi lain, kami juga sangat concern terhadap TKDN. Karena, di Indonesia sudah ada sebenarnya bahan-bahan baku obat-obatnya. Sehingga, pengolahannya kami genjot. Sehingga, kami betul-betul berharap Kimia Farma nantinya benar-benar bisa menurunkan bahan baku impor untuk obat-obatan tersebut,” pungkasnya. (dpr)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB