Kimia Farma Yakin Dongkrak “Market Share” dengan Bergabung di Holding

- Pewarta

Rabu, 8 Mei 2019 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Manajemen PT Kimia Farma (Persero) Tbk meyakini dengan bergabungnya perseroan tersebut di Holding BUMN Farmasi akan dapat mendongkrak pangsa pasar perusahaan pelat merah dalam industri tersebut.

Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/5/2019), menilai pihaknya memimpin dua BUMN lainnya dalam holding tersebut dari segi pangsa pasar (market share).

“Kita berharap kalau holding ini terbentuk, setidak-tidaknya dari sisi ‘market share’ kita nomor satu. Kita perbaiki dengan sinergi dan efisiensi sehingga BUMN Holding Farmasi ini bisa nomor satu secara ‘market share’ di industri farmasi Indonesia,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Holding BUMN Farmasi akan dipimpin oleh PT Bio Farma (Persero) dengan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk sebagai anggotanya, ditambah PT Phapros yang baru saja diakuisisi Kimia Farma.

Menurut Honesti, Kimia Farma memiliki lini bisnis yang kuat mulai dari produksi hingga distribusi sehingga disebutnya paling siap dalam pembentukan holding.

Perseroan juga mengklaim berada di posisi keempat dalam industri farmasi Indonesia dengan pangsa pasar tertinggi. Ditambah lagi dengan akuisisi Phapros pada Maret lalu yang diyakini akan meningkatkan pangsa pasar perseroan.

Namun, sebagai perusahaan publik, posisi Kimia Farma dinilai akan sulit sehingga pemerintah memutuskan untuk menjadikan Bio Farma yang 100 persen dimiliki pemerintah sebagai induk holding.

“Sekarang yang paling bagus ‘market share’ kan Kimia Farma, kami nomor empat sekarang. Bio Farma susah, karena dia monopoli vaksin saja. Sementara Indofarma jauh di bawah,” katanya.

Honesti menambahkan, proses kajian untuk pembentukan holding farmasi telah rampung. Saat ini proses yang berlangsung adalah penyusunan pengurusan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai holding farmasi.

“Bolanya ada di pemerintah untuk pengeluaran PP. Semester I-2019 bisa dibentuk holdingnya, kemungkinan Juni,” pungkasnya. (aij)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB