Ketegangan Perdagangan Global Menyala Kembali, Saham Australia Jatuh

- Pewarta

Rabu, 4 Desember 2019 - 02:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan Perdagangan Global Menyala Kembali, Saham Australia Jatuh

Infofinansial.com, Sydney – Saham-saham Australia jatuh pada akhir perdagangan Selasa (3/12/2019), karena kekhawatiran atas ketegangan perdagangan global terus menakuti para investor.

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 150,00 poin atau 2,19 persen menjadi ditutup di 6.712,30 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas berakhir turun 146,90 poin atau 2,11 persen menjadi 6.818,40 poin.

Dengan Amerika Serikat memberlakukan tarif pada industri baja dan aluminium Brazil dan Argentina semalam, berita itu mengirim kejutan melalui pasar-pasar global.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah ini menyusul data manufaktur yang lebih lemah di Eropa dan Amerika Serikat dan memperparah sentimen yang sudah lemah,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy kepada investor.

Akibatnya, saham dan obligasi terpukul keras, dan dolar AS jatuh.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melemah dengan Commonwealth Bank turun 2,57 persen, Westpac Bank turun 1,26 persen, National Australia Bank turun 1,82 persen dan ANZ turun 1,08 persen.

Saham-saham pertambangan berada di bawah tekanan dengan BHP turun 1,41 persen, Rio Tinto turun 0,51 persen, Fortescue Metals turun 1,50 persen dan penambang emas Newcrest turun 1,64 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas merosot dengan Woodside Petroleum turun 1,58 persen, Santos turun 0,62 persen dan Oil Search turun 2,74 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia juga melemah dengan Coles Group jatuh 4,16 persen dan Woolworths turun 3,37 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra merosot 3,12 persen, Qantas melemah 0,96 persen dan perusahaan biomedis CSL menyelesaikan sesi dengan turun 2,87 persen. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB