Kepala BKPM Tuding Penyebab Rendahnya Realisasi Investasi di Indonesia

- Pewarta

Kamis, 23 Juli 2020 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, ada dua penyebab investasi dalam negeri masih rendah pencapaiannya. Pertama, karena persoalan birokrasi, yakni izin yang merepotkan dan tumpang tindih. Kedua, faktor perbankan.

“Izin ini, teman-teman juga muak lihatnya. Aku tahu ini. Arogansi sektoral antara kementerian, aturan tumpang tindih, gubernur, bupati, wali kota, birokrasi,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/7/2020).

Sejak ditunjuk mengepalai lembaga itu, Bahlil Lahadalia terus berupaya menggenjot investasi dalam negeri atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) untuk memperkuat perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Saat ini realisasinya masih rendah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data BKPM menunjukkan, realisasi PMDN pada kuartal II tahun 2020 sebesar Rp94,3 triliun, atau baru 44,1 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp 469,1 triliun. Realisasi ini turun 1,4 persen secara tahunan (yoy), bahkan turun 16,4 persen secara kuartalan (qtq).

Bahlil Lahadalia mengungkapkan dua penyebab investasi dalam negeri masih rensah pencapaiannya itu. Pertama, karena persoalan birokrasi, yang membuat perizinan merepotkan dan tumpang tindih. Ada arogansi sektoral antara kementerian, dan pemerintah daerah, gubernur, bupati, wali kota.

Untuk menangani persoalan ini, BKPM akan mengurus seluruh perizinan yang dibutuhkan, sehingga tak lagi memakan waktu lama. Bahlil mengatakan, BKPM memiliki strategi, karena itu dia siap mengambilalih pengurusan izin. “Seluruh kewenangan di BKPM. Kalau teman-teman serius, ayo, dibantuin.”

Penyebab kedua adalah perbankan. Menurut Bahlil, banyak investor yang mengajukan pinjaman, tetapi pencairan dana sangat lambat. “Sekarang kan mau pinjam uang di bank, lambat pencairannya. disetujui tapi ditahan.”

BKPM akan membantu para investor untuk mempercepat proses pencairan kredit di bank. Menurut Bahlil, bila model bisnis investor sudah memadai, perbankan sebaiknya bisa langsung mengeksekusi permohonan pinjaman modal tersebut. Kalau tidak, ia khawatir perputaran ekonomi terhambat. “Kita buat terobosan, teman-teman yang sudah ajukan kredit, biar kita minta perbankan mencairkan.” (emi)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru