Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS, Picu Pelemahan Rupiah Jadi Rp14.895

- Pewarta

Rabu, 19 September 2018 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah, Rabu pagi (19/9/2018), kembali melemah, tertekan penguatan dolar menyusul kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Pada transaksi antar antarbank di Jakarta, kurs rupiah melemah sebesar 20 poin menjadi Rp14.895 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.875 per dolar AS.

BACA JUGA : Rupiah Selasa Sore Menguat Jadi Rp14.867

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa dolar AS kembali menguat setelah imbal hasil obligasi tenor 10 tahun Amerika Serikat menembus ke tingkat tiga persen.

“Hal itu menambah katalis positif untuk dolar AS di tengah eskalasi perang dagang Amerika Serikat Tiongkok,” katanya.

Ia menambahkan sentimen mengenai perang dagang masih membuat sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS.

“Setelah AS memberlakukan tarif impor untuk barang Tiongkok senilai 200 miliar dolar AS, Tiongkok pun membalas dengan memberlakukan tarif impor juga untuk barang AS senilai 60 miliar dolar AS,” paparnya.

Perang dagang itu, lanjut dia, kemungkinan akan terus berlanjut menyusul munculnya pernyataan Presiden AS Donald trump untuk segera mengusulkan pengenaan tarif fase ketiga jika Tiongkok melakukan pembalasan.

Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada mengharapkan pemerintah dapat mengendalikan defisit neraca berjalan sehingga dapat menahan sentimen negatif eksternal.

“Setidaknya tidak menambah sentimen negatif yang beredar di pasar keuangan,” katanya. (zub)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

Ajang Tahunan Financial Street Resmi Dibuka

Pers Rilis

Ajang Tahunan Financial Street Resmi Dibuka

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:17 WIB