Kemenko Marves Ajak Perempuan Wujudkan Ketahanan Pangan

- Pewarta

Jumat, 26 Juni 2020 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bekerja sama dengan The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) Australia, menggelar International Maritime Webinar Series III bertema Livelihood And Marine Conservation, Kamis (25//6/2020).

Kepala Bidang Pengelolaan Konservasi Perairan dan Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, Deputi Bidang Sumber Daya Maritim, Kemenko Marves, Andreas A. Hutahaean selaku koordinator penyelenggara seminar virtual internasional ini dalam sambutannya mengatakan, webinar ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan kawasan konservasi laut untuk menunjang kehidupan masyarakat pesisir.

“Saya harap para pembicara bisa mengelaborasi keterkaitan pembangunan berkelanjutan (SDG) dalam target ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan perempuan dengan pengelolaan ekosistem pesisir-laut untuk menjaga kelestarian sumber daya alam,” kata Andreas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perempuan Kunci Ketahanan Pangan Pasca Covid-19

Anthropologist and Advisor for ASEAN Institute for Peace and Reconciliation, Kartini Pandjaitan Sjahrir sebagai salah satu pembicara mengatakan, perempuan memiliki tanggung jawab sosial dan peran vital dalam memenuhi ketahanan pangan di dalam keluarga. Tak hanya mengurusi perkara domestik, Kartini mengatkan, perempuan memiliki keterampilan dalam menopang perekonomian keluarga.

“Bisa kita bayangkan bagaimana kuatnya seorang perempuan dan peran seorang ibu. Ambil contoh perempuan yang tinggal di pinggiran pantai. Mereka berkontribusi menambah pendapatan bagi keluarganya dengan mengolah pengeringan ikan asin hingga menjual ikan-ikan segar hasil tangkapan suaminya,” kata Kartini.

Kartini mengatakan, keterampilan perempuan dalam memenuhi ketahanan pangan keluarga dan menopang perekonomian keluarga tidak diperoleh secara instan. Pengetahuan dan keterampilan itu, kata Kartini, diperoleh secara turun-temurun dari keluarga dan lingkungan.

“Perempuan belajar serta mewarisi pengetahuan dari generasi ke generasi, bagaimana cara mereka mendapatkan serta memenuhi persediaan makanan dan nutrisi yang cukup bagi suami maupun anak-anaknya,” kata Kartini.

Kartini mengatakan, ketahanan pangan adalah pilar kemakmuran Indonesia. Menurutnya, terwujudnya ketahanan pangan dapat menghindari terjadinya konflik sosial. Tanpa ketahanan pangan, tidak ada perdamaian dunia.

Karenanya, lanjut Kartini, para perempuan khususnya yang tinggal di wilayah pesisir perlu mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang adanya perubahan iklim yang turut berkontribusi pada hilangnya mata pencaharian masyarakat pesisir. Perempuan, lanjut Kartini, juga patut mendapatkan akses permodalan, kesehatan, jaring pengaman sosial dan pendidikan, guna mewujudkan ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Baca juga: Hari Anak Nasional 2016 “MARITIME ARTS – 1000 Gambar Sunda Kelapa Dari Anak Indonesia”

“Dengan memberdayakan perempuan tentu ketahanan pangan dapat dioptimalkan. Perempuan harus mendapatkan akses permodalan, kesehatan, pendidikan atau pelatihan serta jaring pengaman yang terpenuhi dengan baik,” ucap Kartini.

Webinar yang diselenggarakan Kemenko Marves ini turut menghadirkan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Aryo Hanggono, lalu Director Education of Center for Sustainable Development (SCD), Columbia University-USA Radhika Iyengar, serta Director of Marine Strategies and Partnerships for The Nature Conservancy Asia Pacific, Laura Whitford. (mar)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru