Kemenkeu : Pengurangan Defisit Anggaran Butuh Strategi Penerimaan Kuat

- Pewarta

Kamis, 6 Desember 2018 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Nusa Dua – Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pengurangan defisit anggaran membutuhkan strategi penerimaan perpajakan yang kuat.

“APBN yang sehat membutuhkan strategi penerimaan yang kuat,” ujarnya dalam temu media di Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12/2018).

Askolani mengatakan penerimaan perpajakan yang sebanyak 80 persen merupakan sumber pendapatan dalam APBN perlu diperkuat guna mendukung pembiayaan untuk menutup defisit anggaran.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan adanya penerimaan perpajakan yang baik maka pemerintah tidak lagi bergantung pada pembiayaan utang dan mampu menjaga kualitas defisit anggaran.

“APBN makin kuat dengan defisit yang kecil, karena keseimbangan primer juga semakin kecil. Ini berarti kita bisa kurangi beban utang dan lebih kuat dari aspek fiskal,” ujarnya.

Upaya ini, menurut Askolani, sudah dilakukan pemerintah setelah menghentikan penjualan Surat Utang Negara (SUN) selama periode Desember untuk pembiayaan tahun anggaran 2018.

Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang sudah berjalan baik dengan realisasi defisit anggaran berada pada kisaran 1,6 persen terhadap PDB terus dipertahankan dan menjadi modal untuk pelaksanaan anggaran di 2019.

“Ini bisa menjadi modal untuk 2019, dengan optimisme ini, ekonomi tetap berjalan tinggi, pajak dipungut dengan baik dan volume belanja naik, yang artinya pembangunan tidak berkurang,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah memastikan defisit anggaran pada APBN 2019 semakin turun dengan keseimbangan primer menuju arah positif.

Dalam APBN 2019, defisit anggaran diproyeksikan mencapai Rp296 triliun atau 1,84 persen terhadap PDB dengan keseimbangan primer makin mendekati nol.

Untuk akhir tahun anggaran 2018, pemerintah memperkirakan realisasi defisit anggaran bisa mencapai di bawah dua persen terhadap PDB. (sat)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru