Kas Terbatas, BEI Pertanyakan Rencana Buyback Saham ROTI

- Pewarta

Selasa, 10 Juli 2018 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) memertanyakan lebih detil rencana pembelian kembali saham beredar (buyback) PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Terutama berkaitan dengan persediaan dana produsen Sari Roti itu.

Perhitungan BEI, jika menggunakan asumsi harga rata-rata buybacksama dengan harga penutupan 29 Juni 2018 yaitu Rp940 per saham ROTI. Maka membutuhkan dana sebesar Rp581,529 miliar.

Sedangkan per 31 Maret 2018, ROTI hanya memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1,796 triliun. Itu pun sebesar Rp1,308 triliun di antaranya merupakan dana dari penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang telah ditentukan penggunaannya.

Dengan kata lain, dana hasil HMETD tidak boleh digunakan untuk aksi buybacksaham ROTI. ”Jumlah saham yang akan dibeli kembali oleh Perseroan akan disesuaikan dengan dana yang tersedia di luar dari dana HMETD yang belum digunakan dalam Perseroan dan disesuaikan dengan arus kas operasional Perseroan selama masa pembelian kembali yaitu paling lama 18 bulan sejak diperolehnya persetujuan dari RUPSLB,” Sekretaris Perusahaan ROTI, Sri Mulyani, menjawab dalam keterbukaan informasi ke BEI, hari ini (09/07).

Dana HMETD ROTI, menurutnya, tersisa sekitar Rp1,2 triliun sampai dengan 31 Maret 2018.

Maka berapa pembatasan harga saham untuk pembelian kembali saham tersebut? ”Perseroan berencana untuk melaksanakan pembelian kembali saham dengan mengikuti pembatasan harga saham sesuai ketentuan POJK 30/2017,” jawabnya.

Pada aturan tersebut, antara lain, dalam hal pembelian kembali saham dilakukan melalui bursa maka harga pembelian kembali saham adalah lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya.

Selain itu dalam hal pembelian kembali saham dilakukan di luar bursa efek maka harga pembelian kembali saham paling tinggi sebesar harga rata-rata dari harga penutupan perdagangan harian di bursa efek selama 90 hari terakhir sebelum tanggal pembelian kembali saham dilaksanakan oleh Perseroan.

Masih pada aturan yang sama, emiten yang melakukan buybackwajib mengalihkan saham hasil pembelian kembali. Lantas apa mekanisme yang akan ditempuh ROTI?

Berdasarkan pertanyaan itu, ROTI belum memastikan mekanisme akan dipilih. ”Perseroan akan mengikuti ketentuan peraturan berlaku terkait dengan mekanisme yang digunakan,” ungkapnya.

Pada pengumuman sebelumnya terkait rencana aksi korporasi tersebut, manajemen ROTI merencanakan buybacksebanyak-banyaknya 10 persen dari modal disetor. Maka setara 618.648.800 saham.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Seiring pengurangan jumlah saham beredar, salah satu poin dihasilkan pasca buybackadalah kenaikan laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp5,22 per saham dari sebelumnya Rp4,70 per saham.

Pada perdagangan hari ini saham ROTI dibuka Rp960 per saham. Sampai satu jam jelang penutupan, harga sahamnya turun 15 poin (1,56 persen) ke level Rp945 per saham. (mar)

Berita Terkait

BRI Dinobatkan Sebagai Bank Persero dengan Kinerja Terbaik di Penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2024
Ini Tujuan Jajaran Direksi BRI Kembali Lakukan Aksi Borong Saham hingga Miliaran Rupiah
Fortune Southeast Asia 500, BRI Institusi Keuangan No.1 di Indonesia dan Peringkat 4 di Asia Tenggara
Rilis Daftar The Global 2000, Forbes Kembali Nobatkan BRI Sebagai Perusahaan Terbesar di Indonesia
6 Emiten Raih Penghargaan “The Best Six Investortrust Companies 2024, Termasuk PT Bank Central Asia Tbk
Bursa Efek Indonesia Jatuhkan Sanksi kepada 3 Emiten BUMN, Terlambat Sampaikan Laporan Keuangan
Cermati Kondisi Global dan Fokus ke Tantangan Domestik dengan Berdayakan UMKM, BRI Bukukan Laba Rp15,98 T
PT Telkom Indonesia Tbk, Tumbuh 3,7 Persen, Bukukan Pendapatan Konsolidasi Sebesar Rp37,4 triliun,
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 9 Juli 2024 - 12:54 WIB

BRI Dinobatkan Sebagai Bank Persero dengan Kinerja Terbaik di Penghargaan Bisnis Indonesia Award (BIA) 2024

Minggu, 23 Juni 2024 - 11:08 WIB

Ini Tujuan Jajaran Direksi BRI Kembali Lakukan Aksi Borong Saham hingga Miliaran Rupiah

Jumat, 21 Juni 2024 - 21:15 WIB

Fortune Southeast Asia 500, BRI Institusi Keuangan No.1 di Indonesia dan Peringkat 4 di Asia Tenggara

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:06 WIB

Rilis Daftar The Global 2000, Forbes Kembali Nobatkan BRI Sebagai Perusahaan Terbesar di Indonesia

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:45 WIB

6 Emiten Raih Penghargaan “The Best Six Investortrust Companies 2024, Termasuk PT Bank Central Asia Tbk

Rabu, 15 Mei 2024 - 08:39 WIB

Bursa Efek Indonesia Jatuhkan Sanksi kepada 3 Emiten BUMN, Terlambat Sampaikan Laporan Keuangan

Kamis, 25 April 2024 - 11:13 WIB

Cermati Kondisi Global dan Fokus ke Tantangan Domestik dengan Berdayakan UMKM, BRI Bukukan Laba Rp15,98 T

Rabu, 24 April 2024 - 11:11 WIB

PT Telkom Indonesia Tbk, Tumbuh 3,7 Persen, Bukukan Pendapatan Konsolidasi Sebesar Rp37,4 triliun,

Berita Terbaru