Juli 2023, Neraca Perdagangan Surplus US$ 1,31 Miliar

- Pewarta

Selasa, 15 Agustus 2023 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 3,12 miliar sepanjang Agustus 2023/Dok.

Foto ilustrasi: Neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 3,12 miliar sepanjang Agustus 2023/Dok.

MEDIA EMITEN – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus selama 39 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 dengan nilai US$ 1,31 miliar pada Juli 2023.

“Pada Juli 2023 neraca perdagangan barang kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 1,31 miliar,” kata Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Senin 15 Agustus 2023.

Ia menjelaskan, surplus neraca perdagangan Juli ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama pada tahun lalu.

Menurut dia, surplus neraca perdagangan pada Juli 2023 lebih ditopang oleh surplus komoditas non migas sebesar US$ 3,22 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utama adalah bahan bakar mineral terutama batu bara, lemak dan minyak hewan nabati terutama crude palm oil (CPO), serta barang besi dan baja. Namun, surplus neraca perdagangan non migas Juli 2023 lebih rendah dibandingkan dengan bulan lalu dan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. 

Sedangkan neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar US$ 1,91 miliar dolar AS pada Juli 2023, di mana komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak. Defisit neraca perdagangan migas Juli 2023 lebih besar daripada bulan lalu, namun lebih rendah dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Secara kumulatif hingga Juli 2023, total surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$ 21,24 miliar atau lebih rendah sekitar US$ 7,88 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada Juli 2023 Indonesia mengalami surplus dalam perdagangan dengan beberapa negara. Untuk tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah India sebesar US$ 1,4 miliar, Amerika Serikat US$ 1,1 miliar, dan Filipina US$ 718 juta.

Kendati demikian, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara yakni Tiongkok sebesar US$ 621 juta, Australia US$ 549 juta dan Jerman US$ 459 juta.

Defisit terdalam yang dialami dengan Tiongkok didorong oleh barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, serta juga plastik dan barang dari plastik.

Berita Terkait

Ada Wacana Prabowo – Gibran Tingkatkan Rasio Utang hingga 50 Persen PDB, Ini Respons Airlangga Hartarto
Menkeu Sri Mulyani Ajukan Syarat Khusus Terkait Sinyal Relaksasi Pembekuan Anggaran Rp50,14 Triliun
Menkeu Sri Mulyani Sebut Ekonomi Resiliensi dan Optimis Tumbuh di Atas 5 Persen di Semester I – 2024
OJK Gelar Konvensi Nasional RSKKNI untuk Pengembangan Kompetensi Pelaku Usaha Jasa Keuangan
Realisasi APBN Semester I – 2024 Alami Defisit Sebesar Rp77,3 Triliiun Terhadap PDB, Ini Penjelasan Menkeu
BNSP, RSKKNI Manajemen Risiko Perbankan Jadi Acuan Sertifikasi Kompetensi
Fondasi Ekonomi Kuat: Harapan bagi Kinerja Positif IHSG di Tengah Optimisme Pelaku Pasar yang Masih Terkendali
Ini Sederet Penghargaan yang Diperoleh BRI Bulan Juni 2024, Harumkan Indonesia di Industri Keuangan Global
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 18:09 WIB

Ada Wacana Prabowo – Gibran Tingkatkan Rasio Utang hingga 50 Persen PDB, Ini Respons Airlangga Hartarto

Rabu, 10 Juli 2024 - 15:10 WIB

Menkeu Sri Mulyani Ajukan Syarat Khusus Terkait Sinyal Relaksasi Pembekuan Anggaran Rp50,14 Triliun

Selasa, 9 Juli 2024 - 13:55 WIB

Menkeu Sri Mulyani Sebut Ekonomi Resiliensi dan Optimis Tumbuh di Atas 5 Persen di Semester I – 2024

Selasa, 9 Juli 2024 - 08:37 WIB

OJK Gelar Konvensi Nasional RSKKNI untuk Pengembangan Kompetensi Pelaku Usaha Jasa Keuangan

Selasa, 9 Juli 2024 - 07:57 WIB

Realisasi APBN Semester I – 2024 Alami Defisit Sebesar Rp77,3 Triliiun Terhadap PDB, Ini Penjelasan Menkeu

Selasa, 9 Juli 2024 - 01:57 WIB

BNSP, RSKKNI Manajemen Risiko Perbankan Jadi Acuan Sertifikasi Kompetensi

Kamis, 4 Juli 2024 - 01:49 WIB

Fondasi Ekonomi Kuat: Harapan bagi Kinerja Positif IHSG di Tengah Optimisme Pelaku Pasar yang Masih Terkendali

Selasa, 2 Juli 2024 - 13:37 WIB

Ini Sederet Penghargaan yang Diperoleh BRI Bulan Juni 2024, Harumkan Indonesia di Industri Keuangan Global

Berita Terbaru