Jonan : Tak Boleh Lagi Ada Perasaan PT Freeport Milik Asing

- Pewarta

Jumat, 3 Mei 2019 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Timika – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan mengemukakan kepemilikan mayoritas saham PT Freeport Indonesia kini sudah dikuasai oleh Pemerintah Indonesia sehingga tidak tepat jika masih ada anggapan bahwa perusahaan tambang tembaga, emas dan perak yang beroperasi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua itu merupakan milik asing.

“Tidak boleh ada lagi perasaan bahwa PT Freeport ini milik asing. Memang masih ada 49 persen saham milik Freeport Mc Moran, tapi 51,2 persen saham PT Freeport Indonesia telah beralih kepada negara Indonesia yang diwakili oleh PT Inalum (Persero), Pemprov Papua dan Pemkab Mimika,” kata Menteri Jonan di Timika, Kamis (2/5/2019).

Menteri ESDM Ignatius Jonan yang didampingi sejumlah pejabat utama Kementerian ESDM melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Timika.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Kamis siang, Menteri Jonan meresmikan sejumlah fasilitas program pemberdayaan masyarakat lokal Suku Amungme dan Kamoro yang dibangun dengan dana kemitraan PT Freeport Indonesia oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) bertempat di Sekolah Berpola Asrama Taruna Papua SP4, Timika.

Sebelum meresmikan sejumlah fasilitas tersebut, Menteri Jonan melakukan pemantauan dari udara menggunakan helikopter kawasan pengendapan pasir sisa tambang atau tailing PT Freeport Indonesia di kawasan dataran rendah Mimika, di sisi utara Kota Timika.

Menteri Jonan secara khusus meminta putra-putri Indonesia, terutama putra-putri asli Papua untuk belajar sungguh-sungguh cara mengelola pertambangan yang kompleks dan rumit seperti tambang Freeport dalam 20 tahun masa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) hingga 2041.

“Bagaimana caranya putra-putri bangsa, terutama yang saya harapkan betul putra-putri Papua untuk ikut belajar bagaimana mengelola pertambangan yang sedemikian hebat, kompleks dan sangat rumit ini. Pertambangan PT Freeport, termasuk pertambangan bawah tanah merupakan yang paling kompleks di dunia. Waktu 20 tahun ke depan ini hendaknya dipakai sungguh-sungguh untuk belajar agar pertambangan ini setelah 2041 mudah-mudahan dikelola sepenuhnya oleh anak-anak kita,” kata Jonan.

Mantan Menteri Perhubungan itu menilai putra-putri Indonesia memiliki kemampuan penguasaan teknologi dan skil di bidang pengelolaan pertambangan sekelas pertambangan Freeport di Papua.

Namun hal itu dibutuhkan disiplin yang konsisten untuk menjaga keselamatan dan keamanan kerja hingga tidak ada lagi kasus kecelakaan kerja (zero incident).

“Ini yang paling berat bagaimana kita harus belajar secara disiplin dan konsisten mengingat operasi pertambangan ini berjalan terus-menerus setiap menit, jam, hari, bulan dan tahun,” kata Menteri Jonan.

Sejumlah fasilitas program pemberdayaan masyarakat lokal yang diresmikan secara bersamaan oleh Menteri ESDM Ignatius Jonan yaitu fasilitas Privat Wing (fasilitas perawatan kesehatan kelas I, II dan VIP) Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Pusat Pelatihan Masyarakat Amungme dan Kamoro (MPCC), fasilitas Sekolah dan Asrama Kokonao, Lapangan Terbang Ainggonggin Aroanop, Sekolah dan Asrama Taruna Papua SP4, fasilitas PLTA 176 KWH di Kampung Waa-Banti Distrik Tembagapura, Sekolah dan Asrama Salus Populi SP3 dan Sekolah serta Asrama Kampung Tsinga Distrik Tembagapura.

Hadir dalam peresmian sejumlah fasilitas itu Uskup Timika Mgr John Philip Saklil Pr, Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang, Direktur Utama PT Inalum Budi Sadikin, Direktur Utama PT Freport Indonesia Tony Wenas, Komisaris PT Freeport Indonesia Hinsa Siburian dan sejumlah pejabat utama Kementerian ESDM. (eva)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru