MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 36,94 poin atau 0,54% kelevel 6.830,20 pada akhir perdagangan Selasa 18 Juli 2023. Investor melakukan aksi ambil untung menjelang libur 1 Muharam besok.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,99 poin atau 0,62% ke posisi 958,37.
Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG dan bursa regional antara lain melambatnya pemulihan ekonomi China yang berpotensi berimbas pada ekonomi global, dan kerugian yang dibukukan pengembang terbesar China Evergrande Group.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perlambatan pertumbuhan ekonomi China membuat JPMorgan Chase & Co, Morgan Stanley dan Citigroup memangkas pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2023 menjadi 5%.
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Yellen memperingatkan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan efek secara global, yang mana banyak negara yang bergantung terhadap pertumbuhan China, terutama negara di Asia, namun dapat juga berdampak pada AS.
Selain itu, pasar juga mencermati perusahaan pengembang terbesar China Evergrande Group sebagai pengembang dengan utang terbesar di dunia, yang mengalami kerugian besar selama dua tahun terakhir menjelang rencana restrukturisasi utang luar negeri yang diusulkan.
China Evergrande Group sedang berusaha menyelesaikan restrukturisasi utang terbesar setelah membukukan kerugian lebih dari US$ 81 miliar selama dua tahun.
Baca Juga:
WALOVI Perluas Jangkauan di ASEAN, Gandeng Hong Xin Da untuk Perkuat Distribusi Produk di Singapura
Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan di Hong Kong, DFSK Percepat Ekspansi Global
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor barang konsumen non primer sebesar 0,41%. Sedangkan, sepuluh sektor terkoreksi yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 1,38%, diikuti sektor keuangan dan sektor kesehatan yang masing- masing turun 0,73% dan 0,73%.
Saham-saham yang mengalami koreksi terbesar yaitu TGUK, BULL, RELF, BGTG dan GRPM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni CUAN, GULA, EURO, WIDI dan INDO.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.184.473 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,36 miliar lembar saham senilai Rp10,31 triliun. Sebanyak 182 saham naik, 354 saham menurun, dan 206 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
TMGM Rambah Dunia Esports, Berkolaborasi dengan OG Esports sebagai Mitra Global
Wafra Dinobatkan Sebagai World’s Best Islamic Fund Manager 2026
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 102,60 poin atau 0,32% ke 32.493,90, indeks Hang Seng melemah 398,05 poin atau 2,05% ke 19.015,72, indeks Shanghai melemah 11,81 poin atau 0,37% ke 3.197,82, dan indeks Strait Times menguat 0,17 poin atau 0,01% ke 3.254,26.







