MEDIA EMITEN – Pemerintah Italia memblokir ekspor pengiriman vaksin Covid-19 yang diproduksi Oxford-AstraZeneca ke Australia.
Akibatnya, keputusan tersebut mempengaruhi 250.000 vaksin yang diproduksi di fasilitas AstraZeneca di Australia.
Italia menjadi negara pertama di Uni Eropa yang menggunakan peraturan baru blok yang memungkinkan ekspor dihentikan jika perusahaan penyedia vaksin gagal memenuhi kewajiban kepada UE.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip Mediaemiten dari BBC.com, Jumat, 5 Maret 2021, Australia menyebutkan bahwa kehilangan “satu pengiriman” tidak akan berdampak buruk pada peluncuran vaksin.
Diketahui, langkah Italia ini mendapat dukungan Komisi Eroa.
AstraZeneca berada di jalur yang tepat untuk menyediakan hanya 40% dari pasokan yang disepakati kepada negara-negara anggota UE dalam tiga bulan pertama 2021.
Januari 2021 lalu, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte menyebutkan bahwa penundaan pasokan vaksin Covid-19 oleh AstraZeneca dan Pfezier tidak bisa diterima.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Conte menuduh AstraZeneca dan Pfizer melanggar kontrak. (RIN)







