MEDIA EMITEN – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2023 sebesar 5,47%, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 5,28%. Inflasi secara bulanan naik 0,16% dibanding Januari 2023.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan, inflasi Februari didorong oleh beberapa komoditas pangan, yaitu beras, rokok kretek filter, bawang merah, cabe merah,dan rokok kretek putih.
Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Februari 2023 sebesar 0,16% dan tingkat inflasi year to date (ytd) Februari 2023 sebesar 0,50%. Tingkat inflasi year on year komponen inti Februari 2023 sebesar 3,09%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga kelompok makanan dan minuman,” katanya Rabu 1 Maret 2023.
Ia merinci, inflasi harga tembakau sebesar 7,23%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,18%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,43%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,02%; kelompok kesehatan sebesar 2,94%; kelompok transportasi sebesar 13,59%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,60%.
Menurut dia, inflasi tahunan terbesar terjadi pada kelompok transportasi, memberikan andil 1,63% pada inflasi umum Februari 2023. Untuk komoditasnya, bensin memberikan andil 1,07%, beras 0,32%, dan bahan bakar rumah tangga 0,22%.
Dari 90 kota yang diamati BPS, sebanyak 63 kota mengalami inflasi pada Januari 2023. Sedangkan 27 kota mengalami deflasi.
Baca Juga:
JULIEN’S AUCTIONS MENGUMUMKAN “KAIJU KING: KOLEKSI WARISAN SOMPOTE SANDS”
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,16. Inflasi year on year(yoy) tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 7,88% dengan IHK sebesar 120,04 dan terendah terjadi di Waingapu sebesar 3,57% dengan IHK sebesar 112,74.






