MEDIA EMITEN – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sepanjang tahun 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 6,46 triliun atau naik 32% dibanding akhir tahun 2019 senilai Rp 4,91 triliun.
Ini membuat marjin laba bersih meningkat dari 6,4% menjadi 7,9%.
Begitu pula core profit meningkat sebesar 22% dari Rp 4,90 triliun menjadi Rp 5,96 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
CEO Indofood Sukses Makmur, Anthoni Salim mengatakan dalam kondisi operasional yang dinamis selama tahun 2020, perseroan tetap dapat membukukan kinerja yang konsisten melalui ketahanan dan ketangguhan dari model bisnis yang terintegrasi secara vertikal dan merek-merek yang dikenal konsumen.
”Untuk tahapan pengembangan ke depannya, kami akan tetap waspada dalam menjaga kesehatan karyawan kami, memperkuat integrasi vertikal dari model bisnis kami, meningkatkan kinerja yang telah dicapai, serta mengembangkan kemampuan kami dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan baru,” tutur Anthoni dalam keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com.
Indofood juga membukukan kenaikan penjualan bersih Rp 81,73 triliun sepanjang tahun 2020 atau tumbuh sebesar 7% dibanding tahun 2019 yang tercatat Rp 76,59 triliun.
Hasilnya, laba usaha meningkat 31% dari sebelumnya Rp 9,83 triliun menjadi Rp 12,89 triliun dengan marjin laba usaha sebesar 15,8%.
Tahun lalu, perseroan melalui anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melakukan konsolidasi dengan Pinehill Company Ltd (PCL) untuk memacu pertumbuhan pendapatan.
Melalui aksi korporasi tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, penjualan Indofood CBP diperkirakan meningkat, sehingga bisa menjadikan kinerja keuangan Indofood Sukses Makmur lebih baik pada 2020 dan 2021 dibandingkan perkiraan semula.
“Kami merevisi naik target kinerja keuangan Indofood tahun 2020 dan 2021, karena ditopang oleh konsolidasi Pinehill,” tulis dia dalam risetnya.
Adapun perkiraan pendapatan Indofood tahun 2021 direvisi naik dari Rp 84,06 triliun menjadi Rp 91,86 triliun.
Baca Juga:
Shudao Investment Group Jadi Pusat Perhatian di Ajang Global Panda Partners Conference 2026
CJ BIO Luncurkan NewtriSolution™, Platform Berbasis Data yang Menekan Risiko Formulasi Pakan
Begitu juga dengan perkiraan laba bersih direvisi naik dari Rp 5,66 triliun menjadi Rp 5,73 triliun
. Revisi naik tersebut juga ditopang oleh kenaikan rata-rata harga jual beberapa produk perseroan dan perkiraan penurunan beban bunga.
Sebelumnya, Indofood Sukses Makmur melalui anak usahanya, Indofood CBP, menuntaskan akuisisi mayoritas saham Pinehill Company.
Pinehill adalah perusahaan yang memiliki 12 fasilitas produksi mi instan dengan kapasitas produksi lebih dari 10 miliar bungkus mi instan, yang berlokasi di delapan negara dengan total populasi penduduk 550 juta orang.
Pinehill juga memiliki jaringan distribusi di 33 negara yang memiliki total populasi 885 juta orang.
Namun, peningkatan jumlah utang untuk mendanai akuisisi Pinehill menjadi faktor utama penekan pertumbuhan keuntungan Indofood tahun 2020 dan 2021. (wan)
Baca Juga:
Envision Green Ammonia Pasok Bahan Bakar VLAC Pertama di Dunia
Blokees Jadi Mitra Strategis Konser Hatsune Miku “MIKU WITH YOU 2026” di Tiongkok
Trane Perluas Program Beasiswa Future Climate Engineers, Jangkau Lebih Banyak Mahasiswa di Indonesia









