INDF dan ICBP Catatkan Pertumbuhan Laba Signifikan

- Pewarta

Selasa, 2 Mei 2023 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Dua emiten milik konglomerat Anthoni Salim, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menebar dividen/Dok

Foto ilustrasi: Dua emiten milik konglomerat Anthoni Salim, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menebar dividen/Dok

MEDIA EMITEN – Dua emiten milik konglomerat Anthoni Salim, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) mencatatkan pertumbuhan laba serta pendapatan yang signifikan pada kuartal I-2023.

INDF membukukan laba periode berjalan yang tumbuh 53,83% dari Rp 3,3 triliun menjadi Rp 5,08 triliun. Sementara itu, laba periode berjalan ICBP tercatat naik 91,78% dari Rp 2,25 triliun menjadi Rp4,32 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan perseroan akan menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas untuk mempertahankan kinerja.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ke depannya, kami akan melanjutkan menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas serta mempertahankan neraca keuangan yang sehat,” ujar Anthoni dalam keterangan tertulis, Selasa 2 Mei 2023.

Disebutkan, INDF membukukan penjualan sebesar Rp 30,54 triliun pada tiga bulan pertama 2023. Penjualan tersebut naik 11,28% dari Rp 27,44 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (YoY).

Secara rinci, penjualan kepada pihak ketiga mencapai Rp28,28 triliun atau naik 12,09% dan penjualan kepada pihak berelasi sebesar Rp2,26 triliun atau naik 2,03%.

Meningkatnya pendapatan INDF juga diiringi oleh naiknya beban pokok penjualan 14,4% dari Rp18,4 triliun menjadi Rp 21,05 triliun per kuartal I-2023.

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan laba usaha INDF tercatat turun 4,51% dari Rp5,2 triliun menjadi Rp 4,96 triliun. Meski demikian, INDF masih mampu membukukan laba periode berjalan yang tumbuh 53,83% dari Rp3,3 triliun menjadi Rp5,08 triliun.

Adanya pertumbuhan laba periode berjalan disebabkan oleh meningkatnya penghasilan keuangan 2.213% dari Rp 98,13 miliar menjadi Rp 2,27 triliun. Penghasilan keuangan tersebut berasal dari laba bersih atas selisih nilai tukar mata uang asing dari aktivitas pendanaan.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp3,84 triliun. Laba bersih ini naik 63,27% dari Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, produsen mi instan Indomie, ICBP mencatatkan peningkatan penjualan 11,37% dari Rp17,18 triliun menjadi Rp19,14 triliun per kuartal I-2023.

ICBP mencatatkan penjualan bersih kepada pihak ketiga sebesar Rp7,76 triliun atau naik 11,65%, dan penjualan kepada pihak berelasi sebesar Rp11,37 triliun atau naik 11,17%.

Namun, ICBP mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp12,18 triliun pada kuartal I-2023, naik 7,68% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah dikurangi berbagai beban yang diefisienkan ICBP mencatatkan laba usaha naik 12,97% menjadi Rp 3,99 triliun.

Meski demikian, laba periode berjalan ICBP tercatat tumbuh 91,78% dari Rp2,25 triliun menjadi Rp 4,32 triliun. Hal ini disebabkan oleh adanya pendapatan keuangan yang naik 5.778%.

Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih ICBP naik 103,72% dari Rp 1,94 triliun menjadi Rp 3,95 triliun pada kuartal I-2023.

 

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru