IMF-WB – Inflansi Indonesia Diperkirakan 3,4 Persen Sepanjang 2018

- Pewarta

Rabu, 10 Oktober 2018 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Nusa Dua – Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju inflasi hingga akhir 2018 akan mampu ditekan pada angka 3,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo di depan para pimpinan Bank Sentral di Rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018), mengatakan bahwa Indonesia terus mengendalikan laju inflasi sesuai kerangka sasaran 2,5-4,5 persen pada tahun ini.

“Inflasi 3,4 persen di tahun ini dan 3,6 persen tahun depan,” ujar Perry.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyeksi inflasi tahun ini berada di rentang bawah sasaran inflasi.

Bank Sentral dalam beberapa pernyataan kebijakannya terakhir, telah memprediksi laju inflasi tahun ini akan lebih rendah dibandingkan 2017 pada 3,61 persen (yoy).

Menurut otoritas moneter, penurunan laju inflasi ini karena sinergi kebijakan antara otoritas dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, terutama harga komoditas yang kerap bergejolak (volatile foods).

Perry mengatakan capaian pada beberapa tahun terakhir ini dapat menjadi modal penting untuk menentukan capaian inflasi di akhir 2018 dan tahun-tahun depan. Pada 2015, laju inflasi tercatat di angka 3,35 persen (yoy), 2016 sebesar 3,02 persen (yoy), dan 2017 di 3,61 persen (yoy).

Dengan inflasi yang cukup terjaga rendah, ujar Perry, Bank Sentral sebenarnya tidak perlu menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate.

Namun, kebijakan menaikkan suku harus diambil karena normalisasi suku bunga di negara maju harus direspon dengan kebijakan yang sama.

“Indonesia yang pertama menaikkan suku bunganya, bukan karena kondisi makroekonominya, tetapi karena global ekonomi yang memberikan dampak terhadap negara berkembang terutama terkait aliran modal,” tegas Perry.

Sejak Mei hingga September 2018, BI sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin menjadi 5,75 persen.

Perry menuturkan kenaikan suku bunga acuan itu diambil untuk tetap menjaga aset-aset di instrumen keuangan domestik tetap menarik, sekaligus menurunkan defisit transaksi berjalan Indonesia yang pada kuartal II 2018 mencapai tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). (dra)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru