MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis 9 Juni 2022 terkoreksi 10,48 poin atau 0,15% ke posisi 7.182,83. Sentimen moneter ketat dengan kenaikan suku bunga global membebani pasar.
Mayoritas saham-saham Asia juga turun di tengah imbal hasil obligasi AS naik di atas 3%, level tertinggi dua dekade. Pasar mencermati pertemuan penting Bank Sentral Eropa hari ini dan juga pertemuan Bank Sentral AS pada 15 Juni mendatang yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga.
Bursa saham regional Asia mayoritas bergerak melemah, antara lain indeks Nikkei menguat 26,64 poin atau 0,09% ke 28.260,93, indeks Hang Seng turun 145,54 poin atau 0,66% ke 21.869,05, dan indeks Straits Times terkoreksi 21,42 poin atau 0,66% ke 3.204,38.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” di seluruh pasar sebesar Rp 1,16 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp 902,64 miliar.
Sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar diantaranya IPPE, ASHA, SICO, NPGF, ADMR. Sedangkan, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya RAJA, ENRG, BIMA, WINR, TOYS.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 2,05%, diikuti sektor kesehatan dan sektor properti & real estat masing-masing minus 1,1% dan minus 0,25%. Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor energi dan sektor perindustrian masing-masing sebesar 0,84% dan 0,17%.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.609.406 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,99 miliar lembar saham senilai Rp17,3 triliun. Sebanyak 202 saham naik, 318 saham menurun, dan 173 tidak bergerak nilainya.







