MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 59,76 poin atau 0,85% ke level 6.984,31. Pelemahan IHSG seiring dengan turunnya mayoritas indeks saham di bursa Asia karena kekhawatiran kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Investor khawatir melihat ekonomi global bergerak semakin mendekati jurang resesi ketika bank-bank sentral sibuk berusaha memerangi inflasi dengan kenaikan suku bunga.
Sebagian investor berpendapat sebelum ada konfirmasi bahwa inflasi di AS sudah mencapai puncaknya, maka risiko sikap agresif bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) dalam memperketat kebijakan moneternya, dapat memicu resesi yang akan selalu memberi tekanan pada kinerja pasar saham.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dengan sektor barang baku turun paling dalam 1,71%, diikuti sektor keuangan dan sektor teknologi masing-masing turun 1,45% dan 1,22%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor barang konsumen primer sebesar 0,08%.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp 139,13 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp 225,59 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.302.305 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,45 miliar lembar saham senilai Rp24,81 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 346 saham menurun, dan 168 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 96,76 poin atau 0,37% ke 26.149,55, Indeks Hang Seng turun 551,25 poin atau 2,56% ke 21.008,34, dan Indeks Straits Times terkoreksi 24,17 poin atau 0,78% ke 3.093,31.







