MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 12,49 poin atau 0,19% ke posisi 6.686,06 pada akhir perdagangan Senin, 19 Juni 2023.
Koreksi IHSG diiringi aksi jual oleh investor asing. Berdasarkan data RTI, asing mencatatkan jual bersih (net foreign sell) Rp 407,94 miliar di seluruh pasar. Sedang di pasar reguler net foreign sell tercatat Rp 347, 18 miliar.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,13 poin atau 0,22%ke posisi 950,0.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sentimen global yang menjadi perhatian pasar antra lain prospek ekonomi China. UBS, Standard Chartered, Bank of America (BoA), dan JPMorgan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China sekitar 5,2% – 5,7%pada tahun ini, turun proyeksi sebelumnya 5,7%- 6,3%.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat di mana sektor properti paling tinggi yaitu 1,01%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing 0,89% dan 0,18%.
Sedangkan, tujuh sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 1,07%, diikuti sektor kesehatan dan sektor energi yang minus 0,49% dan 0,28%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu UNIQ, NZIA, OKAS, RAJA, dan IMPC. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MMIX, DEWI, LAJU, ISAT, dan BMTR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.247.549 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,20 miliar lembar saham senilai Rp7,51 triliun. Sebanyak 254 saham naik, 269 saham menurun, dan 218 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei melemah 335,70 poin atau 1% ke 33.370,39, indeks Hang Seng melemah 127,47 poin atau 0,64% ke 19.912,89, indeks Shanghai menguat 17,52 poin atau 0,54% ke 3.255,81, dan indeks Strait Times melemah 20,50 poin atau 0,63% ke 3.239,53.







