MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 56,87 poin atau 0,81% kemenjadi 7.102,4 pada akhir perdagangan Senin 7 November 2022.
Beberapa faktor yang mendorong penguatan indeks hari ini yaitu data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2022 yang solid, kenaikan harga komoditas, serta pelemahan dolar AS yang menjadi sentimen positif bursa Wall Street.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh tinggi pada triwulan III 2022, yakni 5,72% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) atau lebih tinggi dari triwulan II-2022 yang sebesar 5,45% (yoy).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tren pertumbuhan ekonomi secara tahunan meningkat secara persisten selama empat kuartal berturut-turut, dengan tumbuh di atas 5% sejak triwulan IV 2021.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat di mana sektor barang baku naik paling tinggi yaitu 1,24%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi masing-masing 1,22% dan 0,92%. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi sebesar minus 1,16%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PBRX, LEAD, BRMS, ARTO, dan MARI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PICO, NANO, PNLF, MPPA, PNBN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.431.217 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,36 miliar lembar saham senilai Rp13,16 triliun. Sebanyak 290 saham naik, 233 saham menurun, dan 177 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 327,9 atau 1,21% ke 27.527,64 indeks Hang Seng naik 434,77 atau 2,69% ke 16.595,91, indeks Shanghai meningkat 7,02 poin atau 0,23% ke 3.077,82, dan indeks Straits Times menguat 3,77 poin atau 0,12% ke 3.133,88.







