MEDIA EMITEN -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, ditutup menguat di tengah kejatuhan indeks mayoritas bursa saham regional.
IHSG ditutup menguat 29,92 poin atau 0,44% ke posisi 6.823,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,8 poin atau 0,77% ke posisi 1.008,2.
Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya, Kamis 19 Mei 2022, menyebutkan bahwa mayoritas bursa saham Asia ditutup turun tajam karena investor khawatir mengenai inflasi global, kebijakan Zero COVID di Tiongkok, serta perang di Ukraina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 508,36 poin atau 1,89% ke 26.402,84, indeks Hang Seng naik 523,6 poin atau 2,54% ke 20.120,684, dan indeks Straits Times terkoreksi 34,64 poin atau 1,07% ke level 3.190,71.
Sementara itu, Filipina menjadi negara terkini di Asia yang mengetatkan kebijakan moneter, setelah India dan Malaysia, secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan bulan ini untuk menjinakkan tekanan inflasi.
Untuk pertama kali sejak 2018, bank sentral Filipina (Bangko Sentral ng Pilipinas) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2,25% untuk memerangi tingkat inflasi di negara itu yang mencapai 4,9%, tertinggi kedua di Asia Tenggara dan melampaui kisaran target 2% – 4%.
Bank sentral Filipina juga mengumumkan perubahan dari program pembelian surat utang pemerintah era pandemi menjadi fasilitas pinjaman reguler untuk mengelola jumlah uang beredar.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC Bursa Efek Indonesia, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor energi turun paling dalam yaitu minus 1,63%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang baku masing-masing minus 1,3% dan minus 0,89%. Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor teknologi dan sektor keuangan masing-masing sebesar 1,8% dan 0,9%.
Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing di seluruh pasar sebesar Rp 265,64 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah jual bersih Rp 293,68 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.508.374 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,56 miliar lembar saham senilai Rp17,97 triliun. Sebanyak 190 saham naik, 338 saham menurun, dan 149 tidak bergerak nilainya.







